Intellectuality, Spirituality, Integrity

Ketua KPK Sebut Mars UIN RIL Gambarkan Integritas

  • Admin Humas
  • Kamis, 06 November 2025
  • 516 Tampilan

Bandar Lampung (Humas UIN RIL) — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Komjen Pol. Drs. Setyo Budiyanto, S.H., M.H., menilai Mars Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung mencerminkan nilai-nilai integritas yang kuat. Hal itu disampaikan saat memberikan Kuliah Umum Pendidikan Antikorupsi di Ruang Teater lantai 2 UIN RIL, Rabu (5/11/2025).

“Mars UIN RIL diawali dengan kalimat bersatu padu, itu luar biasa. Di dalamnya ada cita-cita menjadi insan berakhlak mulia, membangun masyarakat adil dan makmur. Kalau kita sungguh-sungguh memaknai naskah mars itu, sebenarnya nilai integritas sudah selesai di situ,” ujar Setyo Budiyanto.

Menurutnya, integritas bukan sesuatu yang bisa dipelajari hanya lewat teori, melainkan harus ditanamkan dan dimaknai dalam kehidupan sehari-hari. 

“Integritas itu tidak ada sekolahnya. Tapi jika setiap sivitas akademika menjadikan isi mars itu sebagai pedoman hidup, maka tidak ada lagi penyelewengan,” tambahnya.

Ketua KPK juga menyebut perguruan tinggi sebagai benteng terakhir akal sehat bangsa. Kampus, kata dia, memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran antikorupsi melalui pendidikan, riset, dan keteladanan.

Dalam kuliah umum bertema Pendidikan Antikorupsi untuk Membangun Budaya Integritas itu, turut hadir Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK, Bahtiar Ujang Purnama, serta tim Satgas Koordinasi dan Supervisi Wilayah III. 

Rektor UIN RIL dalam sambutannya mengatakan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kehidupan mahasiswa. 

“Tema ini gue banget, menyala abangku! Sejak transformasi kelembagaan tahun 2017 dengan tagline ber-ISI  yaitu Intellectuality, Spirituality, dan Integrity. Kami selalu menekankan pentingnya warga kampus menjadi teladan berintegritas,” ujar Prof. Wan.

Ia menambahkan bahwa UIN RIL menegakkan integritas di seluruh lini, baik akademik maupun non-akademik. “Kami tegakkan integritas, terutama tidak ada transaksi jabatan, promosi, atau mutasi yang bersifat transaksional di lingkungan kampus,” tegasnya.

Pada kuliah umum ini turut hadir dari pihak kampus diantaranya jajaran pimpinan, guru besar, sepuluh bakal calon rektor, dan tenaga kependidikan. Sedangkan perwakilan mahasiswa dari unsur SEMA, DEMA, UKM, serta mahasantri Ma’had Al-Jami’ah. (An/NF)