Intellectuality, Spirituality, Integrity

Duta Kampus UIN RIL Ikuti Mandarin Summer Camp di Taiwan

  • Admin Humas
  • Sabtu, 15 Agustus 2026
  • 933 Tampilan

(Humas UIN RIL) – Kesempatan mengikuti program 2026 Mandarin Summer Camp di Da Yeh University (DYU), Taiwan, menjadi pengalaman internasional yang berkesan bagi Linda Nuriya Kurniawan, mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Intan Lampung sekaligus Duta Kampus UIN RIL 2026. 

Melalui program yang berlangsung 22 Juli–04 Agustus 2026 itu, Linda tidak hanya belajar bahasa Mandarin, tetapi juga mengenal budaya Taiwan dan membangun koneksi dengan mahasiswa dari berbagai negara. 

Sebanyak 44 mahasiswa dari delapan perguruan tinggi Indonesia mengikuti program ini. Peserta terdiri atas 20 mahasiswa Program Studi Bahasa Mandarin Universitas Indonesia (UI), 9 mahasiswa Program Vokasi UI, 4 mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP), 3 mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (ITERA), 3 mahasiswa Universitas Jember (UNEJ), 2 mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR), serta masing-masing satu mahasiswa dari Universitas Ma Chung, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan UIN Raden Intan Lampung.

Kepada Tim Humas UIN RIL, Selasa (12/8/2026), Linda membagikan pengalamannya mengikuti program tersebut. Ia mengaku senang karena mendapat kesempatan membawa nama UIN RIL ke luar negeri sekaligus mewujudkan salah satu mimpinya untuk mengikuti student exchange.

“Saya sangat senang dan antusias karena bisa membawa nama kampus ke kancah internasional, khususnya ke Taiwan. Saya juga sangat mengapresiasi UIN RIL yang telah mendukung saya untuk melangkah lebih maju,” ujarnya.

Program tersebut merupakan kerja sama DYU, Divisi Pendidikan Taipei Economic and Trade Office (TETO) Jakarta, dan TEC Indonesia, dengan dukungan subsidi biaya program dari Kementerian Pendidikan Taiwan (MOE).

Linda mengetahui program ini melalui informasi Pusat SALI UIN RIL. Penyandang Duta kampus dengan atribut Antar Bangsa ini mendapat subsidi dari UIN RIL dan Pemerintah Taiwan. 

Menurut Linda, proses seleksi cukup menantang, terutama penulisan esai yang harus komprehensif, terstruktur, menggunakan bahasa formal, serta memenuhi batas karakter yang ditentukan. Setelah lolos seleksi, ia mendapat letter of acceptance untuk mengikuti summer camp.

“Student exchange merupakan salah satu mimpi saya sebelum masuk kuliah dan sudah menjadi target yang ingin saya ikuti selama menjadi mahasiswa,” katanya.

Selain pengalaman belajar di luar negeri, Linda tertarik karena dapat bertemu dengan peserta dari berbagai negara. Dalam program tersebut, ia bertemu peserta dari Malaysia, Prancis, Jerman, serta peserta dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

“Saya juga senang karena bisa bertemu dengan teman-teman dari berbagai negara. Saya bertemu dengan peserta dari Malaysia, Prancis, Jerman, dan dari berbagai universitas di Indonesia. Jadi, saya mendapatkan teman dan koneksi internasional yang baru,” ujarnya.

Hal lain yang menurutnya menarik adalah kesempatan belajar bahasa Mandarin langsung di Taiwan. 

Selama dua minggu, peserta mengikuti pembelajaran bahasa Mandarin secara intensif di Chinese Language Center (CLC) DYU yang dibimbing pengajar profesional asal Taiwan. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelas berdasarkan tingkat kemampuan bahasa masing-masing. 

Ia mempelajari bahasa Mandarin mulai dari tingkat dasar, termasuk empat nada dalam bahasa Mandarin, tata bahasa, pelafalan, hingga kosakata sehari-hari.

“Belajar bahasa Mandarin secara langsung di negaranya memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan belajar di negara sendiri. Kami bisa merasakan lingkungan bahasanya secara langsung dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Selain pembelajaran bahasa, peserta mengikuti berbagai kegiatan budaya, antara lain melukis kain tradisional, kelas memasak mi beras pipih tumis dengan udang, kaligrafi Mandarin, serta melukis wajah opera tradisional Tiongkok.

Peserta juga mengikuti perjalanan wisata selama satu hari ke Sun Moon Lake dan Taiwan Mochi Museum di Kota Nantou. Rangkaian kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal budaya Taiwan sekaligus mempraktikkan komunikasi lintas budaya secara langsung.

Program tersebut, menurutnya, meningkatkan kemampuan bahasa Mandarin sekaligus memperluas wawasan budaya dan koneksi internasional. 

Ia juga belajar tentang tradisi, gaya hidup, dan etika komunikasi masyarakat Taiwan yang menurutnya membuka sudut pandang baru dan meningkatkan toleransi lintas budaya.

Selain itu, pengalaman hidup di negara lain membuatnya lebih mandiri dan meningkatkan kemampuan problem solving.

“Hal yang paling terasa bagi saya adalah kemampuan problem solving yang meningkat. Selama berada di negara lain, kami harus mengatur berbagai kebutuhan sendiri dan mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi,” katanya.

Program utama berakhir pada 4 Agustus. Linda kemudian memperpanjang perjalanannya di Taipei hingga 6 Agustus dan melanjutkan perjalanan ke Hong Kong pada 6–9 Agustus, sebelum kembali ke Indonesia pada 11 Agustus. 

Pengalaman tersebut ingin ia bagikan kepada mahasiswa UIN RIL melalui perannya sebagai Duta AntarBangsa, baik dalam bentuk berbagi pengetahuan bahasa Mandarin, wawasan global, maupun pengalaman internasional.

“Saya ingin berbagi wawasan global dan pengalaman internasional yang saya dapatkan selama di Taiwan. Saya juga ingin mendorong teman-teman mahasiswa UIN RIL agar berani mengambil kesempatan untuk belajar ke luar negeri,” ujarnya.

Linda sebelumnya juga pernah mengikuti program budaya yang didanai penuh FEBI UIN RIL saat semester pertama. Ia berkesempatan mengunjungi Singapura dan Malaysia selama tiga hari. Selain itu, ia aktif di UKM Bahasa sejak semester pertama.

Memasuki akhir semester lima, Linda akan fokus pada perkuliahan dan penulisan jurnal dengan target lulus melalui publikasi jurnal terindeks Sinta. Untuk jangka panjang, ia berharap dapat melanjutkan studi S2 ke luar negeri, dengan Eropa atau Amerika Serikat sebagai pilihan yang dipertimbangkan.

“Jika Allah mengizinkan, saya ingin melanjutkan studi S2 ke luar negeri. Saya percaya UIN Raden Intan Lampung dapat mengantarkan saya untuk melanjutkan studi dan mencapai mimpi saya berikutnya. Untuk negara tujuan, kemungkinan besar saya ingin melanjutkan studi di Eropa atau Amerika Serikat,” katanya.

Bagi Linda, dukungan kampus menjadi bagian penting dalam membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memiliki pengalaman internasional dan berani membawa nama UIN RIL ke tingkat yang lebih luas. (An/NF)