Gebyar Literasi Nasional, Rektor UIN RIL Ajak Peserta Perkuat Budaya Baca dan Tulis
- Admin Humas
- Senin, 21 September 2026
- 45 Tampilan

Bandar Lampung (Humas UIN RIL) – UPT Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) menggelar Gebyar Literasi Nasional bertema “Perpustakaan Hadir Demi Martabat Bangsa; Membaca Itu Sehat, Menulis Itu Hebat” di lobi Perpustakaan UIN RIL, Senin (21/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya literasi melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk Forum Literasi Lampung. Rektor Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa perpustakaan merupakan tempat yang tepat untuk menyelenggarakan kegiatan literasi.
Menurut Rektor, membaca merupakan salah satu keterampilan penting untuk memperluas wawasan, mempertajam analisis, dan meningkatkan produktivitas kerja.
“Jika ingin menguasai dunia, maka alatnya satu adalah keterampilan membaca,” katanya.
Namun, menurutnya, membaca yang dimaksud bukan sekadar membaca dalam arti umum. Masyarakat perlu membaca sumber-sumber literasi seperti buku dan dokumen yang memberikan data serta informasi.

“Yang lebih penting lagi dari itu adalah memang membaca sumber-sumber literasi, buku-buku, dokumen-dokumen. Itu semua pasti berguna, memberikan berbagai data, informasi, membuka wawasan kita, mempertajam analisa kita, dan tentu akan meningkatkan produktivitas kerja kita semuanya,” ujar Rektor.
Rektor juga membagikan pengalamannya saat menempuh studi di Saint Petersburg, Rusia. Ia menceritakan bahwa sebagian besar waktunya selama menjalani perkuliahan tersebut dihabiskan di perpustakaan, termasuk perpustakaan kampus, fakultas, dan sejumlah lembaga ilmiah.
Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi salah satu pengingat pentingnya menumbuhkan kembali kecintaan terhadap budaya literasi. Terlebih, saat ini masyarakat semakin banyak menghabiskan waktu dengan telepon genggam dibandingkan membaca buku.
Ia juga mengaitkan tema kegiatan dengan kekayaan budaya literasi bangsa Indonesia, salah satunya aksara Lampung yang menjadi bagian dari peninggalan nenek moyang.
“Bangsa Indonesia ini merupakan bangsa yang besar. Kita bisa buktikan dengan aksara-aksara ataupun peninggalan zaman dulu, budaya literasi. Salah satunya aksara Lampung,” ungkapnya.
Mengangkat tema “Membaca Itu Sehat, Menulis Itu Hebat”, Rektor menjelaskan, membaca dapat melatih mata sekaligus merangsang otak untuk berpikir aktif.
Sementara itu, menulis menjadi sarana untuk menuangkan pemikiran dan hasil analisis agar dapat dibagikan kepada orang lain.Ia mengajak peserta untuk tidak berhenti pada kegiatan membaca, tetapi juga membiasakan diri menulis dan memublikasikan hasil pemikirannya.
Rektor juga menegaskan bahwa keterampilan literasi perlu terus ditumbuhkembangkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya agar tetap terjaga dan menjadi bekal untuk masa depan.
Ia turut mengapresiasi inisiatif dan dedikasi UPT Perpustakaan serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Rektor berharap UPT Perpustakaan UIN RIL terus bertransformasi melalui digitalisasi, dengan tetap menjunjung nilai-nilai keislaman.
Sementara itu, Kepala UPT Perpustakaan Dr. Eni Amaliah, S.Ag., S.S., M.Ag., menyampaikan bahwa gerakan literasi merupakan gerakan bersama yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Menurutnya, kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya memenuhi komponen akreditasi UPT Perpustakaan, khususnya melalui kolaborasi dengan mitra.
Ketua Forum Literasi Lampung itu menjelaskan, Gebyar Literasi Nasional diselenggarakan melalui kerja sama UPT Perpustakaan UIN RIL dengan sejumlah pihak termasuk Forum Literasi Lampung. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan dan menumbuhkan kecintaan terhadap buku, perpustakaan, serta kegiatan menulis.

Sementara, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Dr. Evi Fatmawati, yang mewakili Bunda Literasi Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, turut mendorong agar perpustakaan semakin dekat dengan masyarakat.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman bagi masyarakat untuk mencintai buku, perpustakaan, dan menulis, sekaligus mendorong lahirnya generasi literasi yang inspiratif serta pemuda Lampung yang memiliki wawasan luas.
Kegiatan ini dihadiri Duta Baca Indonesia, Gol A Gong; anggota DPRD Provinsi Lampung; Dewan Pakar Forum Literasi Lampung, H. Ade Rusi, S.E.; Dekan Fakultas Psikologi Islam; Wakil Dekan FDIK; Kepala UPT PTIPD; serta perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung.
Turut hadir pengurus Forum Literasi Lampung dari 15 kabupaten/kota, Wakil Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Diniyyah Lampung (Instidla), perwakilan organisasi kemasyarakatan, sastrawan, budayawan, penggiat literasi, dosen, pustakawan, tenaga kependidikan, mahasiswa, komunitas, unit kegiatan mahasiswa (UKM), serta relawan literasi masyarakat.
Dalam rangkaian kegiatan, panitia juga menyampaikan apresiasi kepada para sponsor yang telah mendukung pelaksanaan Gebyar Literasi Nasional, di antaranya Avanto, Notiz hut, oppo, Gramedia, Perpustakaan Bank Indonesia Lampung, serta Penerbit Erlangga. (An/NF)




