Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN RIL Bahas Arah Baru Kajian Hadis di Era Digital
- Admin Humas
- Selasa, 29 September 2026
- 44 Tampilan

Bandar Lampung (Humas UIN RIL) – Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) menggelar Kuliah Umum atau Studium Generale bertema “Arah Baru Kajian Hadis di Fakultas Ushuluddin dan Relevansinya di Era Kontemporer” di Ruang Teater Gedung Academic Research Center, Selasa (29/09/2026).
Kegiatan yang menghadirkan Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang Prof. Dr. H. Uswatun Hasanah, M.Ag. sebagai narasumber tersebut. Ia membahas perkembangan kajian hadis di tengah perubahan teknologi, termasuk pemanfaatan media digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam penelitian dan penyebaran kajian hadis.
Prof. Uswatun menjelaskan, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mendukung penelitian hadis. Namun, kemudahan memperoleh informasi melalui media digital tidak serta-merta menjamin keabsahan informasi tersebut. Karena itu, proses verifikasi sumber tetap diperlukan.
“AI bisa dijadikan sarana. Bisa jadi perbaikan, bisa membawa kita menjadi sarjana hadis. Tapi sekali lagi, dia adalah sarana,” ujarnya.
Ia menekankan, meskipun hadis kini dapat ditemukan melalui berbagai platform digital, sumber hadis tetap perlu ditelusuri. Mahasiswa dan masyarakat juga perlu memahami sumber hadis melalui kitab serta konteks penyebarannya di ruang digital.

“Walaupun di zaman milenial ini, sumbernya tetap satu, yaitu (hadis) dari Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam,” jelasnya.
Menurutnya, perkembangan teknologi memberikan peluang bagi kajian hadis untuk menjangkau masyarakat lebih luas. Namun, pemanfaatannya perlu diiringi literasi digital dan kemampuan memverifikasi informasi agar penyebaran hadis berlangsung secara tepat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sebelumnya, kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor I Prof. H. Andi Thahir, M.A., Ed.D. Dalam sambutannya, ia mengajak peserta menjadikan dosen sebagai role model dalam perjalanan akademik dan pengembangan diri.

“Jadikan dosen sebagai role model dalam perjalanan akademik dan pengembangan diri. Mari kita membuka diri, membuka wawasan, dan membuka pintu menuju ilmu, pengalaman, dan peluang baru. Selamat mengikuti acara, semoga menjadi langkah awal untuk tumbuh dan menginspirasi,” ujarnya.
Studium Generale diikuti 134 peserta dari sejumlah program studi Fakultas Ushuluddin. Peserta terdiri atas 35 mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), 39 Sosiologi Agama, 6 Studi Agama-Agama (SAA), 16 Ilmu Hadis, 13 Akidah dan Filsafat Islam, serta 25 Pemikiran Politik Islam (PPI).
Rep: Magang-Khaty/Sherly (An/NF)



