Belajar Bahasa hingga Budaya, Perjalanan Nurma Cena Mahasiswa Asal Thailand Menjadi Wisudawan UIN RIL
- Admin Humas
- Kamis, 01 Oktober 2026
- 69 Tampilan

Bandar Lampung (Humas UIN RIL) – Nurma Cena, mahasiswa asal Selatan Thailand, berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK). Nurma menjadi perwakilan wisudawan internasional yang memberikan sambutan pada Wisuda Periode III Tahun 2026 yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) KH Ahmad Hanafiah, Rabu (30/9/2026).
Dalam sambutan wisudanya, ia menyampaikan terima kasih kepada dosen dan teman-teman atas dukungan juga menjadi bagian penting dalam perjalanannya selama menempuh pendidikan. Menurutnya, mereka membantu Nurma memahami bahasa Indonesia dan mengenal budaya yang ada di lingkungan sekitarnya.
Tak lupa, ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Rektor dan pimpinan UIN yang telah memberi kesempatan dirinya dan sejumlah mahasiswa asing untuk dapat melanjutkan studi di kampus hijau ini. “Dari saya tidak tahu, tidak mengerti, jadi saya bisa ngomong bahasa Indonesia dengan lancar dan tahu apa budaya Indonesia dan juga budaya Lampung,” katanya.
Sebagai mahasiswa internasional, Nurma menghadapi proses adaptasi dengan lingkungan baru, terutama dalam memahami bahasa dan budaya Indonesia. Ia mengaku sempat kebingungan ketika pertama datang karena belum memahami bahasa Indonesia.
Untuk mengatasi kesulitan tersebut, Nurma membangun pertemanan dengan mahasiswa Indonesia. Melalui komunikasi dan interaksi sehari-hari, ia mulai belajar bahasa Indonesia sekaligus mengenal budaya Lampung.
Di momen wisuda, Nurma juga menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua orang tuanya yang telah memberikan izin dan dukungan untuk menempuh pendidikan jauh dari keluarga. Meski tidak dapat hadir langsung pada hari wisudanya Nurma meyakini orang tuanya tetap menyaksikan dan menantikan kepulangannya dengan membawa keberhasilan.
“Walaupun hari ini orang tua saya tidak bisa hadir bersama saya di hari wisuda ini, tetapi saya tahu beliau masih menonton saya dan juga menunggu kepulangan saya dengan kejayaan,” tuturnya.
Nurma berasal dari Selatan Thailand yang mayoritas penduduknya muslim. Ia memilih Indonesia sebagai tempat melanjutkan pendidikan karena melihat adanya kedekatan budaya dengan daerah asalnya.
Informasi mengenai UIN RIL juga ia dapatkan dari kakak tingkat yang sebelumnya berkuliah di kampus tersebut. Ketertarikannya terhadap bahasa Inggris kemudian mendorong Nurma memilih Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.
Selama menjadi mahasiswa internasional, Nurma tidak hanya memperoleh pengalaman akademik. Ia juga mendapatkan banyak teman dan kesempatan mengenal Indonesia lebih dekat. Interaksi dengan mahasiswa Indonesia menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya.
“Walaupun jauh dari rumah, tapi di sini juga masih ada banyak teman yang membuat saya sangat hangat di hati. Di sini juga bukan sendiri, tapi ada beberapa teman dari Thailand juga. Dan teman Indonesia itu baik banget sama saya,” tuturnya.
Pengalaman berada di lingkungan UIN RIL juga membuat Nurma memahami nilai-nilai keislaman dalam konteks keberagaman budaya. Menurutnya, kampus tidak hanya menjadi tempat untuk mempelajari bahasa Inggris secara profesional, tetapi juga menjadi ruang untuk memahami nilai Islam yang sejuk dan merangkul perbedaan.
“Tempat saya tidak hanya belajar cara mengajar bahasa secara profesional, tetapi juga saya belajar bagaimana nilai-nilai keislaman yang sejuk merangkul perbedaan budaya,” ungkapnya.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Nurma akan membawa ilmu yang diperolehnya kembali ke Thailand. Ia berharap ilmu tersebut dapat digunakan untuk memberikan manfaat dan menjadi jembatan kebaikan.
“Hari ini saya tidak hanya membawa pulang gelar sarjana ke Thailand, saya membawa pulang sepotong hati juga selama tinggal di Lampung. Saya membawa pulang pemahaman tentang Islam, rahmatul lil’alamin, yang damai dan moderat dari Indonesia,” tuturnya.

Nurma juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa internasional yang masih menempuh pendidikan di UIN RIL agar tetap semangat menyelesaikan studi. Ia berharap mahasiswa dapat terus bertahan dan menyelesaikan pendidikan dengan baik.
“Saya harapkan semua teman-teman luluskan kuliahnya dan juga semangat untuk kuliah,” pesannya.
Untuk UIN RIL, Nurma berharap kampus terus berkembang dan semakin maju. Ia menilai UIN RIL sebagai universitas yang telah memiliki prestasi dan dikenal luas. Ia juga mengajak mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan pendidikan untuk mempertimbangkan UIN RIL sebagai tempat menimba ilmu.
Selama berada di kampus, Embung menjadi salah satu tempat yang paling berkesan bagi Nurma. Ia menyukai tempat tersebut karena suasananya yang tenang. Selain itu, momen bertemu dan berbagi informasi dengan teman-teman Indonesia juga menjadi pengalaman yang membuatnya senang selama menjalani perkuliahan.
Kini, setelah menyelesaikan pendidikan di UIN RIL, Nurma membawa pulang gelar sarjana sekaligus pengalaman belajar bahasa, memahami budaya, membangun persahabatan, dan mengenal nilai-nilai keislaman yang ia dapatkan selama berada di Indonesia.
Rep: Magang-Anisa Eca (An/NF)