Dosen Ekologi UIN RIL Ajak Anak Muda Mulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan dari Rumah
- Admin Humas
- Selasa, 13 Oktober 2026
- 50 Tampilan

Bandar Lampung (Humas UIN RIL) – Dosen Ekologi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Suci Wulan Pawhestri, M.Si., mengajak generasi muda memulai gaya hidup ramah lingkungan melalui kebiasaan sederhana, seperti memilah sampah dan mengurangi penggunaan plastik.
Ajakan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber Program RRI 2 Spada bertema Memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan dari Hal Sederhana, Selasa (13/10/2026).
Dalam perbincangan bersama dua pembawa acara, Liza dan Eca, Suci menjelaskan bahwa langkah sederhana dapat dimulai dari rumah, terutama dengan memilah sampah sesuai jenisnya dan mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan.
Menurutnya, sampah rumah tangga yang masih dapat dimanfaatkan bisa diolah menjadi produk bernilai guna, seperti eco enzyme dan kompos.
Sementara itu, sampah yang memiliki nilai ekonomi dapat disalurkan melalui bank sampah. UIN RIL sendiri memiliki program Tabungan Sampah UIN RIL (Tasaril) sebagai salah satu wadah pengelolaan sampah.
Suci juga menyoroti kebiasaan anak muda yang mulai akrab dengan gaya hidup ramah lingkungan, seperti menggunakan tumbler dan mengurangi kantong plastik. Namun, ia mengingatkan agar kebiasaan tersebut tetap dilakukan secara bijak.
Penggunaan barang yang dapat dipakai berulang kali, misalnya, perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Membeli terlalu banyak tumbler hanya karena desainnya menarik justru berpotensi menambah penumpukan barang.
Ia juga menjelaskan bahwa pemilahan sampah idealnya dilakukan secara lebih terperinci, termasuk memisahkan kertas, stiker, dan selotip pada kemasan kardus.
Meski fasilitas pemilahan sampah belum sepenuhnya memadai, masyarakat tetap dapat mengambil langkah yang memungkinkan, mulai dari mengurangi sampah hingga menyalurkannya ke bank sampah.
Bagi masyarakat yang memiliki kemasan bekas kosmetik, seperti botol losion dan parfum, Suci menyebut adanya layanan yang menerima kemasan tersebut untuk didaur ulang menjadi kemasan baru. Ia mengingatkan masyarakat agar mencari informasi mengenai layanan penerimaan kemasan bekas sehingga sampah dapat dikelola sesuai peruntukannya.
Dalam kesempatan itu, Suci menekankan bahwa perubahan perilaku tidak cukup berhenti pada diri sendiri. Kebiasaan baik perlu ditularkan kepada teman dan lingkungan sekitar agar dampaknya semakin luas.
Ia juga berpesan agar masyarakat tidak mudah menyerah ketika upaya yang dilakukan belum diikuti orang lain. Menurutnya, perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar jika dilakukan bersama-sama.

“Bumi tidak membutuhkan satu orang untuk melakukan perubahan besar, tetapi membutuhkan banyak orang yang bersedia melakukan perubahan kecil secara konsisten,” pesannya.
Program Spada RRI 2 secara rutin menghadirkan narasumber untuk berbagi wawasan kepada masyarakat. Pada kesempatan ini, perbincangan tentang gaya hidup ramah lingkungan diharapkan dapat mendorong pendengar, khususnya generasi muda, untuk mulai memilah sampah dan menerapkan kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Eca Mariska, salah satu pembawa acara, merupakan alumni Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN RIL yang aktif sebagai penyiar di Pro 2 RRI. (An/NF)