Home » Berita » Bank Indonesia Dinilai Konsisten Kembangkan Ekonomi Syariah

Bank Indonesia Dinilai Konsisten Kembangkan Ekonomi Syariah


Narasumber R. Eko Adi Irianto (kedua dari kiri), menyampaikan materi pada kuliah umum FEBI, Senin (26/11/2018).

Humas UIN RIL – Bank Indonesia (BI) dinilai konsisten dalam hal pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Hal tersebut tercermin dalam kerjasama antara BI dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Intan Lampung yang berkaitan dengan bidang keilmuan Ekonomi dan Bisnis Islam.

Demikian disampaikan Dekan FEBI Dr Moh Bahruddin MAg dalam sambutannya pada kuliah umum yang diselenggarakan di GSG UIN, Senin (26/11/2018) pagi. Kuliah umum yang  mengusung tema Peran Bank Indonesia dalam Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah diikuti oleh mahasiswa FEBI semester 1.

Dekan FEBI mengapresiasi kepada narasumber yang bersedia hadir dan berbagi pengetahuannya. Hadir  sebagai narasumber yaitu Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Propinsi Lampung R Eko Adi Irianto. Kegiatan itu dimoderatori oleh Dosen FEBI Erike Anggraeni MESy DBA.

Moh Bahruddin juga mengatakan bahwa kuliah umum tersebut merupakan tradisi akademik khususnya dalam memulai perkuliahan tahun akademik baru. “Kegiatan ini dimaksudkan untuk memotivasi rasa optimisme mahasiswa dalam menempuh studi sesuai dengan bidang keilmuan, dalam konteks ini yaitu bidang keilmuan Ekonomi dan Bisnis Islam,” ujarnya.

Selain itu, dia menambahkan, FEBI sebagai fakultas yang memiliki distingsi pada Ekonomi dan Bisnis Islam, Sivitas Akademika FEBI ingin mengetahui lebih dalam lagi bagaimana implementasi peran dan fungsi Bank Indonesia khususnya dalam memajukan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. “Harapan kita, materi yang disampaikan narasumber kuliah umum kali ini akan menjadi stimulan, pencerahan, dan tentu menambah wawasan kita semua,” tambah Bahruddin.

Antusiasme peserta kuliah umum juga ditunjukkan oleh para mahasiswa dalam mengikuti kuliah umum ini. Salah satu mahasiswa FEBI, Marisa, ia mengaku sangat bangga bisa mengikuti kuliah umum tersebut. “Saya sebagai mahasiswa FEBI, sangat bersyukur dan bangga bisa mengikuti kegiatan ini. Saya sangat antusias untuk menimba ilmu dari Bank Indonesia. Semoga ini akan menjadi pembuka wawasan saya dalam memahami dunia ekonomi dan keuangan syariah yang sebelumnya belum saya ketahui,” ungkapnya.

Peran BI

Narasumber dalam paparan menyampaikan bahwa peran BI dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia terdiri atas 3 (tiga) poin besar, yaitu ‘AIR’. ‘A’ yaitu akselerator, artinya Bank Indonesia berkoordinasi dengan berbagai stakeholder dalam rangka mendorong percepatan program ekonomi syariah antara lain Halal Value Chain; formulasi kurikulum ekonomi syariah; dan public campaign di daerah, nasional, dan internasional.

Kedua, ‘I’  yaitu inisiator, artinya memprakarsai inovasi program pengembangan ekonomi syariah antara lain pengembangan Islamic Social Finance (Zakat core principal dan Wakaf core principal), pengembangan sistem informasi AISWAF, pemberdayaan ekonomi pesantren, dan pengembangan model sukuk.

Kemudian ‘R’ yaitu regulator, artinya merumuskan dan menerbitkan ketentuan sesuai kewenangan BI antara lain penerbitan ketentuan PLJPS, GWM Syariah, Instrumen Makropudensial Syariah, dan pengembangan instrumen (a.l PUAS SIMA, Repo Syariah, Hedging Syariah, Sukuk BI, dan NSD Syariah).

“Mengingat ekonomi syariah dan industri halal sudah menjadi isu global, maka Bank Indonesia berkewajiban untuk menentukan kebijakan-kebijakan strategis dalam hal merealisasikan program ‘AIR’ tersebut,” terang Eko. (DS/NF/HI)

Sudah dibaca : 323 Kali