Dewan Juri Sayembara Logo Tetapkan Pemenang

06 Juni 2017

UIN RIL, Bandar Lampung – Setelah melalui proses yang cukup panjang, dewan juri sayembara logo akhirnya menetapkan pemenang pada ajang sayembara ini. Pengumuman pemenang ini ditetapkan Senin (5/6/2017).

Kelima logo yang ditetapkan sebagai pemenang ini telah melewati penilaian dan pertimbangan dewan juri serta uji publik. Selain penetapan juara 1, 2, 3, harapan 1 dan 2, penetapan ini juga sekaligus pengumuman logo favorit netizens.

Logo yang keluar sebagai pemenang yakni juara 1 nomor logo 18 atas nama  Delis yang berasal dari Bandung, Jawa Barat. Juara 2, nomor logo 55 atas nama Rizki Apriandi yang berasal dari Karawang, Jawa Barat. Dan Juara 3, nomor logo 441 atas nama Abi Subani yang berasal dari Sleman, Jawa Tengah.

Pemenang harapan 1 diraih nomor logo 40 atas nama Maulana Sidik yang berasal dari Bandar Lampung. Harapan 2 diraih nomor logo 596 atas nama Totok Subiyanto yang berasal dari Mojokerto, Jawa Timur. Pada kontes favorit netizen, logo yang unggul dukungannya yaitu logo bernomor 438 atas nama Nur Chamid yang berasal dari Batam, Kepulauan Riau.

Ketua Dewan Juri, Dr. Arsyad Sobby Kesuma, MA mengatakan keputusan ini merupakan hasil penilaian bersama dari seluruh dewan juri. “Dalam penilaian dan penyeleksian kita (dewan juri) gunakan sistem scoring dan keputusan diambil secara kolektif kolegial,” kata Dekan Fakultas Ushuluddin tersebut saat dihubungi melalui pesan Whatsapp, Senin (5/6).

Direktur Lampung Caligrafi Center ini juga menjelaskan bahwa ada pertimbangan lainnya yaitu masukan melalui email saat uji publik. “Karena untuk melihat originalitas logo dan menghindari adanya plagiat,” imbuhnya.

Rektor UIN Raden Intan Prof. Dr. Moh. Mukri, M.Ag yang juga sebagai salah satu dewan juri mengungkapkan apresiasi yang tinggi terhadap peserta yang ikut sayembara logo ini. Rektor juga menyampaikan, dengan logo yang masuk ke panitia hampir 700 ini dan desain logonya bagus-bagus membuat proses penyeleksian jadi agak panjang.

“Ini artinya ada perhatian dari masyarakat, khususnya yang  menggeluti dunia desain grafis. Terlihat dari animo masyarakat yang cukup tinggi dalam mengikuti sayembara ini dan banyak peserta yang berasal dari luar kota bahkan WNI yang sedang kuliah di luar negeri,” ujar Rektor.

Ia pun menjelaskan gambaran secara garis besar proses penyeleksian logo tersebut. “Proses (penilaian) ini bertahap-tahap, berlapis-lapis. Ada berbagai penilaian dan pertimbangan. Ada persoalan estetika, ada persoalan filosofi, ada persoalan daya tarik logo dan beberapa pertimbangan lainnya yang dibahas di meja dewan juri,” ungkap Mukri.

Rektor juga memaparkan, logo pemenang ini akan dimodifikasi untuk memperkuat filosofi dan juga estetika. Setelah dimodifikasi, logo akan dibawa ke rapat senat universitas untuk mendapat legitimasi dalam waktu dekat.

Logo baru sudah dapat digunakan ketika telah mendapat legitimasi dari senat universitas. Selain itu, pimpinan juga akan merencanakan persiapan launching logo baru pasca diputuskan di rapat senat. (NF)