Mahasiswa Dakwah Se-Indonesia Berkumpul di UIN Lampung

09 November 2017

Humas UIN RIL – Asosiasi Mahasiswa Dakwah Indonesia (Amdin) mengadakan Seminar Nasional dan Pembukaan Rapat Kerja Nasional ke-III di UIN Raden Intan Lampung, 9-11 November 2017.

 

Ketua Umum Amdin Dewi Safitri mengatakan, kegiatan Amdin ini diikuti oleh lebih dari 40 perwakilan kampus dari berbagai provinsi di Indonesia. “Terima kasih banyak untuk UIN Lampung yang telah bersedia menjadi tuan rumah untuk kegiatan ini,” ujarnya, Kamis (9/11/2017).

 

Ia pun menjelaskan, Amdin ini didirikan pada 27 November 2012 di Purwokerto. “Berawal dari DEMA dan HMJ  mahasiswa dakwah,” ungkap Dewi.

 

Amdin ini merupakan kumpulan mahasiswa dakwah dari berbagai macam Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang memiliki Fakultas Dakwah. Tujuan Amdin ini diantaranya yaitu mengadvokasi persoalan yang ada di masyarakat dan menjadi garda terdepan dalam permasalahan nasional seperti radikalisme serta menumbuhkan nasionalisme.

 

Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) Prof. Dr. Khomsyahrial Romli, M.Si pada pembukaan acara tersebut menyampaikan ucapan selamat atas penyelenggaraan rapat kerja nasional yang ketiga. “Semoga pertemuan ini dapat membuahkan hasil yang baik, yang bisa bermanfaat untuk masyarakat. Terutama ketika kembali ke daerahnya masing-masing,” ujarnya di hadapan anggota Amdin dan undangan lainnya.

 

Hal senada juga disampaikan Wakil Rektor (WR) III UIN Raden Intan Lampung Prof. Dr. Syaiful Anwar, M.Pd. “Selamat untuk Amdin selamat atas terselenggaranya acara ini. Dan selamat untuk mahasiswa Fakultas Dakwah (FDIK) UIN Raden Intan Lampung yang mampu mengadakan perhelatan yang cukup besar, yaitu pertemuan mahasiswa dakwah se-Indonesia,” kata Syaiful.

 

WR III ini berharap agar pertemuan tersebut dapat memberikan kontribusi yang positif, khususnya tentang syiar agama Islam. Di samping itu, ia juga mengungkapkan hal yang lebih penting dari pertemuan ini ialah terjalinnya silaturahmi diantara mahasiswa dakwah se-Indonesia.

 

Pertemuan ini dibuka oleh Gubernur Lampung yang diwakili oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Lampung Ir. Fahrizal Darminto.

 

Dalam sambutan Gubernur Lampung yang dibacakan Kepala BPSDM ini, Gubernur menyampaikan pokok pikiran pada acara tersebut. “Atas nama pemprov dan masyarakat Lampung, saya sangat bangga dan apresiasi terhadap pertemuan ini,” kata Gubernur yan dibacakan Fahrizal.

 

Menurutnya, pemilihan provinsi Lampung untuk pertemuan tersebut dinilai sangat tepat. Dari segi geografis, aspek demografi, dan aspek lainnya seperti kekayaan alam dan budaya, mahasiswa dakwah dapat menjadikan Lampung sebagai Laboratorium karena dapat dikatakan juga miniatur Indonesia.

 

Gubernur juga melihat, forum tersebut sebagai bahan evaluasi dalam penyempurnaan program ke depannya. “Semoga pertemuan ini dapat memberikan kontribusi yang positif, baik pikiran maupun tindakan untuk kemajuan bangsa Indonesia,” pungkasnya.

 

Pada seminar nasional tersebut, panitia mengusung tema Politik Transaksional dan Radikalisme. Hadir sebagai narasumber pada seminar nasional yaitu Irjen. Pol. Dr. Ike Edwin, MH (Staf Ahli Mabes Polri Bidang Sosial Politik / Mantan Kapolda Lampung), Hidir Ibrahim, M.Si (Anggota DPRD Provinsi Lampung / Alumni FDIK), dan Dr. Abdul Syukur, MA (Ketua FKPT Lampung / Wakil Dekan III FDIK UIN Lampung). (NF/HI)