Alih Status, BAN-PT Sesuaikan Akreditasi UIN

13 November 2017

Humas UIN RIL – Tim Asesor BAN-PT akan sesuaikan kembali akreditasi UIN Raden Intan Lampung. Hal tersebut mengingat perubahan alih status IAIN menjadi UIN.

 

Kegiatan surveilen BAN-PT penetapan ulang  akreditasi institusi ini dijadwalkan akan berlangsung 2 hari, 13-14 November 2017. Tim asesor BAN-PT langsung dikamondani oleh Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT  Prof. T. Badaruddin. Tim lainnya terdiri dari Dr. Marwan (Unsyiah, Banda Aceh), Dr. Ahmad Yani Anshori, MA (UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta) dan Dr. Haryadi, M.Sc (Unsoed, Banyumas).

 

Rektor UIN Raden Intan Lampung Prof. Dr. Moh. Mukri, M.Ag menyampaikan, sejak proses transformasi, UIN terus melakukan pembenahan baik dari segi infrastruktur maupun  lainnya seperti peningkatan kualitas akademik.

 

“Lembaga ini (UIN) sedang tumbuh dan berkembang itu suatu keniscayaan. Ini juga di akui Stakeholder di Lampung. Pada saat IAIN, akreditasi institusi B. Dan kami terus berusaha untuk meningkatkan nilai akreditasi tersebut,” kata Rektor saat menyampaikan sambutan dihadapan tim asesor BAN-PT, Senin (13/11/2017).

 

Pembukaan surveilen tim asesor BAN-PT ini dihadiri oleh segenap pimpinan UIN sampai tingkat ketua dan sekretaris prodi. Sejumlah guru besar UIN Raden Intan Lampung juga turut hadir pada acara tersebut.

 

Rektor mengatakan, dalam proses pembenahan dan pengembangan lembaga itu tidak asal tetapi menjalani proses dengan sangat selektif. Selain itu, Mukri juga mengungkapkan sejumlah kemajuan dan perkembangan yang telah dilakukan UIN seperti penambahan jumlah mahasiswa, infrastruktur dan hal lain seperti jurnal yang terindeks internasioal.  

 

“Pada prisnsipnya kita (UIN) menyelenggarakan pendidikan yang murah tapi berkualitas. Murah tetapi tidak murahan. Karena menjadi kesadaran kami, problem pendidikan di Indonesia yaitu terkait akses (pendidikan),” tambahnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT Prof. T. Badaruddin menyampaikan, ia beserta tim asesor datang ke UIN untuk menyesuaikan status akreditasi setelah perubahan IAIN menjadi UIN. “Kami berempat datang kemari terkait dengan keharusan dari BAN-PT. SK penetapan maupun sertifikat akreditasi harus disesuaikan,” ujar Badaruddin sebelum melakukan asesor.

 

Ia menjelaskan, tim asesor yang datang tersebut bukan hanya terkait kepakaran, tetapi juga pengalaman. Menurutnya, aspek yang akan dinilai terkait perubahan status ini yaitu lebih kepada proses manajerial.

 

“Isu yang ingin kami gali yaitu aspek-aspek apa saja ketika IAIN terakreditasi dengan nilai B. Dan melihat sinergitas saat ini menjadi UIN. Selain itu, ada aspek perubahan yakni terkait manajerial sistem,” pungkasnya. (NF/HI)