Dialog Interaktif dengan RRI, Rektor Ungkap Strategi Penanggulangan Radikalisme

  • Admin Humas
  • Kamis, 13 Oktober 2022
  • 1002 Tampilan
blank
Rektor Prof. Wan Jamaluddin Z, PhD (dua dari kiri) saat mengisi dialog bersama para narasumber.

Bandar Lampung (Humas UIN RIL) – Penguatan literasi keagamaan merupakan hal utama dalam upaya akademisi untuk mengantisipasi masuknya radikalisme di tengah mahasiswa terutama di UIN Raden Intan Lampung (RIL).

Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Prof Wan Jamaluddin Z MAg PhD pada saat menjadi salah satu narasumber pada kegiatan Dialog Interaktif Luar Studio yang diselenggarakan bersama Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) di DropzoneGedung Academic and Research Center UIN RIL, Kamis (13/10/2022).

Dialog yang mengusung topik Strategi Penanggulangan Radikalisme di Era Digital tersebut disiarkan secara langsung di Programa 1 RRI Bandar Lampung, direlay oleh Stasiun Penyiaran (SP) RRI Way Kanan, serta disiarkan secara langsung juga melalui kanal Youtube RRI Bandar Lampung.

Menurut Prof Wan, literasi keagamaan harus diperkuat karena seringkali pemahaman dan gerakan radikalisme itu mendompleng masuk menyusup melalui pintu agama.

“Literasi keagamaan harus diperkuat, baik secara digital maupun manual. Itu harus dilakukan di semua perguruan tinggi maupun sekolah dan lembaga pendidikan lainnya,” ujar Rektor.

Upaya selanjutnya, menurut Rektor, yaitu membangun kongruensi, kohesi sosial antara insan akademis dengan masyarakat sekitarnya. “Itu (upaya) penting, agar perguruan tinggi tidak menjadi menara gading, mengingat para dosen dan guru besar kita hampir seluruhnya walaupun tidak semuanya, adalah tokoh masyarakat di lingkungannya,” tegas Rekor.

Dia juga menjelaskan bahwa kampus UIN RIL mengembangkan 2 pendekatan utama terkait radikalis, yakni pendekatan akademis dan non akademis.

Secara akademis, jika dibedah seluruh kurikulum yang ada di setiap prodi, itu akan tergambar Islam yang rahmatan lil alamin yang anti radikalisme. Sedangkan non akademis, pola-pola kegiatan interaksi aktivitas dunia organisasi kemahasiswaan dengan guide line yang juga selaras dengan anti radikalisme.

Prof Wan mengatakan dengan menukil sebuah hadis yaitu Khairunnas anfa’uhum linnas.

“Yang paling bermanfaat, bukan yang paling benar, tapi anfa’uhum, karena tidak semua kebenaran itu bisa mendatangkan kemanfaatan dalam konteks ruang dan waktu tertentu.” tutupnya.

Dalam dialog interaktif tersebut juga diisi oleh dua narasumber lain yakni, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Penanggulangan Terorisme (FKPT) Provinsi Lampung, Drs M Firsada dan Dir Intelkam Polda Lampung, Kombes Pol Nowo Hadi Nugroho SIk SH.

blank
Rektor UIN Raden Intan Lampung dan Kepala LPP RRI Bandar Lampung saat penandatanganan MoU

Setelah dialog, dilakukan penandatanganan MoU antara Kepala LPP RRI Bandar Lampung, Drs Zahral Mutzaini MM dengan Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof Wan Jamaluddin Z MAg PhD dan dilanjutkan dengan penandatanganan MoA dengan Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Dr. H. Abdul Syukur, M.Ag.

Hadir dalam acara ini, para Dekan dan Direktur Pascasarjana, para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, para Kabag/Koordinator dan kasubbag/subkoordinator dilingkungan UIN serta para mahasiswa dari jurusan KPI FDIK sebagai peserta dialog. (An/HI)