Home » Berita » Din Syamsuddin: Moderat adalah Hakikat Islam

Din Syamsuddin: Moderat adalah Hakikat Islam

Sudah dibaca : 3059 Kali


Prof. Dr. Din Syamsuddin, MA (tengah) saat menjadi narasumber di UIN Raden Intan, Senin (23/9). (Dok. Ist)

“Islam adalah penerus ajaran Nabi Ibrahim yang membawa ajaranhanifiyah samhah (lurus moderat yangtoleran ). Jika Yahudi menekankan ajaran keadilan (al adalah) dan  Kristenmenegaskan doktrin kasih sayang (ar rahmah),maka Islam menengahi dan memadukan keadilan berdasar kasih sayang untukmembangun peradaban (al adalah wal rahmahlil hadharah).”

Demikian disampaikan oleh Prof Dr Din Syamsuddin MA pada acarasimposium nasional yang diselenggarakan dalam rangka harlah ke-19 JurusanTafsir Hadis bertempat di UIN Raden Intan Lampung, Senin (23/9).

Ketua PP Muhammadiyah 2005 – 2015 ini mengatakan, atas dasarIslam moderat ini maka NKRI dinilai sudah sesuai dengan nilai-nilai Islam. “Pancasila,UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika merupakan jalan tengah dalam kehidupanberbangsa dan bernegara di Indonesia. Lembaga negara seperti MPR dan DPRmerupakan representasi ajaran syuradalam Alquran dan tugas fungsinya adalah wujud dari ahlul halli wal aqdi yang diajarkan oleh para ulama,” tegasnya.

Oleh karena itu khilafah sebagai sistem politik, seperti yangdigagas oleh HTI, tidak sesuai diterapkan di Indonesia. “Doktrin bahwa khilafahadalah satu-satunya bentuk pemerintahan dalam Islam adalah salah, karena masihbanyak bentuk pilihan lainnya,” katanya.

“Hal yang lebih salah lagi adalah klaim khilafah adalahsolusi satu-satunya persoalan manusia. Demikian pula  jargon takbir politis tidak relevan lagi,karena seribu kali takbir sekalipun belum tentu menyelesaikan masalah,” lanjut mantanPresiden Konferensi Perdamaian Dunia ini.

Dia juga memaparkan bahwa persoalan dunia modern makinkompleks, baik kemiskinan, moral, sains, dan sebagainya. Apalagi negara modernsekarang dibangun atas dasar kebangsaan (nasionalisme), bukan lagi agama ataukeyakinan.

Maka tidak dapat dipungkiri bahwa Islam moderat di Indonesiategak di atas prinsip-prinsip I’tidal(lurus), Tawazun (seimbang), Tasamuh (toleran), Syura (musyawarah), Islah(perdamaian), dan Muwathanah (cintatanah air). (Alsy – NF/HI)