DOSEN UIN JUARA KONTES ILMIAH INTERNASIONAL

  • Admin Humas
  • Minggu, 30 September 2018
  • 4342 Tampilan

blank

HUMAS UIN RIL. Prestasi demi prestasi diraih oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung. Terbaru, salah satu dosen fakultas syariah meraih juara kontes ilmiah internasional yang diikuti peserta dari berbagai negara.

Dosen Fakultas Syariah, Dr. Siti Mahmudah, M.Ag, sukses meraih peringkat tiga terbaik dalam ajang lomba penulisan karya ilmiah tingkat internasional, “The 2nd Sunan Kalijaga International Writing Contest” di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sedangkan peringkat pertama diraih penulis dari McGill University Montreal Kanada. Kemudian peringkat kedua oleh dosen dari perguruan tinggi penyelenggara acara.

Prestasi ini melengkapi berbagai prestasi Siti Mahmudah sebelumnya yang terlibat aktif dan sudah beberapa kali didaulat sebagai pembicara dalam berbagai event-event nasional dan internasional. Seperti sebagai penulis disertasi terbaik di forum Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, AICIS (Annual Islamic Conference on Islamic Studies) tahun 2016 di UIN Lampung, KUPI (Kongres Ulama Perempuan Indonesia), dan di ajang tahunan CILIC (Center for Indonesian Law, Islam and Society) bulan Nopember 2016 di Melbourne University Australia.

Kontes penulisan ilmiah yang diikuti Mahmudah ini sangat ketat persaingannya karena diikuti ratusan peserta dari dalam negeri dan manca negara, barat maupun timur, dan rata-rata adalah dosen atau peneliti yang telah berpendidikan doktor atau sudah profesor. Demikian pula para penilai (reviewer)- nya juga berasal dari berbagai Negara.

Seperti Martha C. Beck, profesor dari Lion College Betesville, Arkansas, USA. Oleh karena itu, selain mendapat penghargaan hadiah US$ 500 dari panitia, artikel Siti Mahmudah ini juga akan diterbitkan dalam jurnal Sunan Kalijaga: International Journal of Islamic Civilization (SK.IJIC), volume 1, number 2, October 2018.

Dalam event ilmiah internasional yang membawa tema besar “Islam and World Peace” ini, Mahmudah mengangkat tulisan berjudul “Islam and Local Traditions ; The Study of the Thinking of Abdurrahman Wahid (1940-2009) and Khalil Abdul Karim (1930-2002); an Indonesian and Egyptian Perspective“ sebagai hasil penelitian yang dilakoni secara serius selama dua bulan antara Februari – Maret 2018, di Australian National University (ANU) Australia.

Hasil riset Mahmudah yang bersifat studi kasus dan komperatif ini esensinya adalah meneguhkan watak otentik Islam yang damai dalam berdialektika dengan budaya lokal di mana saja dan kapan pun, sejak masa wahyu sampai ke era kekinian.

Secara khusus riset ini melihat nilai substantif Islam damai tersebut dari perbandingan antara pengalaman dan pemikiran tokoh Indonesia, dalam hal ini diwakili oleh Gus Dur atau Abdurrahman Wahid dengan teori Pribumisasi Islam-nya dan oleh Khalil Abdul Karim dari Mesir dengan teori Historisitas Syari’at-nya. Keduanya sepakat bahwa syari’at atau hukum Islam adalah hasil adaptasi dan dialektika antara Islam dengan lingkungan budaya dan sosial sekitarnya.

Dengan karakter adaptasi tersebut maka bentuk-bentuk aturan syari’at bisa sangat dinamis, fleksibel, dan mengalami penyesuaian, saat bertemu dan ber-inkulturasi dengan aneka budaya di berbagai wilayah dan negara, dengan tetap dan tidak menghilangkan nilai-nilai terdalam yang menjadi esensi dan misi atau ruh dari syari’at itu sendiri, seperti keadilan, persamaan, perdamaian dan persaudaraan. Dengan kemampuan adaptabilitas demikian maka akan dapat dilahirkan dan harus ditampilkan syari’at yang hadir dan menyatu serasi dalam ruang-ruang kehidupan di tempat syari’at itu berkembang, menghargai dan mengakomodir perbedaan agama, etnis dan berbagai kearifan lokal, serta mengedepankan persamaan secara damai dan harmoni. Inilah Islam Indonesia, wujud hakikat Islam yang Rahmatan lil‘Alamin; dengan syari’at yang ramah dan damai. (FM/HI)