Home » Berita » Dua Prodi FDIK Divisitasi BAN-PT

Dua Prodi FDIK Divisitasi BAN-PT


Wakil Rektor I Dr. Syamsuri Ali, M.Ag saat membuka visitasi Prodi MD dan PMI FDIK, Senin (4/3). (Dok: Humas UIN)

Humas UIN RIL – UIN Raden Intan Intan Lampung terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan. Sebelum reakreditasi institusi, sejumlah program studi (prodi) di UIN melakukan reakreditasi.

Awal pekan ini, Senin-Rabu, 4-6 Maret 2019, Prodi Manajemen Dakwah (MD) dan Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (MD) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) yang mendapat visitasi akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Sebelumnya, 18 Februari 2019, Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) FDIK yang dilakukan visitasi.

Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Dr Syamsuri Ali MAg mewakili Rektor menyampaikan, visitasi prodi ini bagian dari kerja maraton untuk meningkatkan mutu lembaga. Direncanakan, dalam 2 bulan, Februari-Maret 2019, ada 16 prodi yang mendapat visitasi dari BAN-PT. Prodi MD dan PMI mendapat giliran yang ke-11 dan 12.

Menurut WR I, peningkatan mutu dan kualitas ini menjadi tanggung jawab bersama warga kampus UIN. Syamsuri menjelaskan amanah besar terkait  alih status IAIN menjadi UIN. “Pertama, garansi prodi-prodi agama tidak akan bubar. Garansi ini menjadi pegangan dan komitmen kita semua,” jelasnya saat membuka kegiatan visitasi di fakultas setempat, Senin (4/3).

“Kedua, ada semacam peringatan dari (Kementerian) Ristekdikti. Perbandingan prodi umum dan agama, harus  40 (umum)  banding 60 (agama). Maka, eksistensi prodi agama harus tetap kokoh dan berlangsung,” lanjut WR 1.

Dari kedua prodi yang divisitasi tersebut, WR I juga menyampaikan sejumlah kelebihan yang tidak tertulis dalam borang seperti eksistensi prodi dan peningkatan jumlah peminat. “Kepahaman dan pengalaman asesor, tentu dapat melihat prodi FDIK ini secara lebih objektif,” tambahnya.

Tim Asesor BAN-PT pada visitasi tersebut yaitu Dr Yasril Yazid MIS dari UIN Sultan Syarif Kasim Riau dan Dr Arief Subhan MAg dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Keduanya pernah menjabat Dekan FDIK di perguruan tinggi masing-masing.

Perwakilan asesor Dr Yasril mengatakan, banyak permohonan visitasi melalui borang yang dikirim ke BAN-PT melalui aplikasi SAPTO, tetapi ditolak karena banyak yang kurang seperti nilai yang tidak terpenuhi dan indikasi plagiarisme. Di UIN Raden Intan, prodi yang mengajukan visitasi akreditasi dipenuhi oleh BAN-PT.

“Tugas kita (asesor) hanya mengklarifikasi apa yang telah dikirim melalui borang. Kita berharap, jika ada kekurangan dalam borang, pihak fakultas bisa melengkapi dokumen-dokumen tambahan,” pungkasnya. (NF/HI)

Sudah dibaca : 216 Kali