FEBI Festival 2022, Mahasiswa Bahas Diskursus Digitalisasi Ekonomi

  • Admin Humas
  • Rabu, 16 Februari 2022
  • 1181 Tampilan
blank
Ketua DEMA FEBI Ricky Febriansyah. (Dok. Ist)

Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Intan Lampung helat FEBI Festival 2022 yang berlangsung pada 12-14 Februari. Terdapat 2 jenis kegiatan yang berlangsung secara hybrid pada festival ini yaitu perlombaan dan dialog nasional mengenai Diskursus Ekonomi dan Digital.

Wakil Dekan (WD) III FEBI Dr Ahmad Isnaeni MA menyampaikan, kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk menjadi ekonom muda yang berkualitas. “Semoga ajang ini bisa menjadi jembatan silaturahmi antar peserta lomba dan dialog, serta dapat meningkatkan pengetahuan dan kreativitas mahasiswa,” ujarnya.

Kemudian Ricky Febriansyah, selaku Ketua DEMA FEBI menuturkan, FEBI Festival ini guna menyalurkan daya inovasi dan kreatifitas mahasiswa. “Untuk perlombaan juga sebagai kompetisi secara sehat bagi para mahasiswa di seluruh Indonesia, dan sekaligus menambah informasi seputar ekonomi digital di era sekarang,” jelasnya.

Ketua Pelaksana FEBI Festival Fajar Fitriyanto menambahkan, festival ini diharapkan mampu mendapatkan embrio-embrio yang bisa disalurkan pada even besar lainnya. “Semoga kegiatan ini mampu membanggakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang kita cintai,” pungkasnya.

Beberapa perlombaan pada festival ini yaitu Business Plan, Olimpiade Ekonomi Islam, Desain Grafis, Video Kreatif, Debat Ekonomi, dan Artikel. Lomba ini dikuti oleh mahasiswa dari perguruan tinggi di Lampung maupun daerah lainnya.

Sedangkan dialog nasional mengangkat tema “Peran Digitalisasi Sebagai Akselerasi Kebangkitan Ekonomi Nasional”.  Keynote Speaker pada dialog ini WD I FEBI Dr Heni Noviarita SE MSi.

Narasumber lainnya pada dialog tersebut yaitu Ganjar Jationo SE MAP (Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Lampung) yang diwakilii Arief Nugroho SE MSi  (Kepala Bidang Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Elektronik Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Lampung); Benni Sangjaya (Retail and Transaction Business Manager BSI area Lampung); dan Ashif Jauhar Winarto selaku Presidium Nasional Forum Nasional Mahasiswa Ekonomi Bisnis Islam se-Indonesia (FORNASMEBI) 2019-2021. Bertindak sebagai moderator yakni Meri Apriya anggota DEMA FEBI.

Dialog yang berlangsung secara daring dan luring ini diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Salah satu narasumber, Arief Nugroho menjelaskan, saat ini kita telah memasuki era digital yang di tandai oleh pergeseran besar (big shifting) dari teknologi mekanik dan analog menjadi teknologi digital. “Don Tapscott (1996) menyebutkan, karakter perubahan ke arah digitalisasi, dimana ekonomi dunia telah bergeser dari masyarakat industri yang berbasis pada baja, kendaraan dan jalan raya, ke arah masyarakat ekonomi baru yang di bentuk oleh silicon, komputer, dan jaringan (networking),” jelasnya.

Dia menambahkan, fenomena masyarakat Indonesia saat ini cenderung perilaku konsumtif, yang selalu menggunakan dan memakai produk dari luar tanpa pernah mau membuat gebrakan atau inovasi baru demi memajukan peradaban bangsa.

Pada sesi penutup, para pemateri memberikan motivasi agar para pemuda harus mempunyai daya inovasi, kreatif, dan semangat juang yang tinggi dalam membuat suatu perubahan. (Rls-NF/HI)