FEBI UIN RIL Bekali Mahasiswa Baru dengan Wawasan Ekonomi Kreatif
- Admin Humas
- Selasa, 29 September 2026
- 22 Tampilan

Bandar Lampung (Humas UIN RIL) – Sebanyak 883 mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) mengikuti kuliah umum tentang ekonomi kreatif berbasis budaya di era digital, di Ballroom Gedung Academic & Research Center UIN RIL, Selasa (29/9/2026).
Mengusung tema “Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya: Menguatkan Identitas Lokal Melalui Kewirausahaan di Era Digital”, kegiatan menghadirkan narasumber Amir Hamzah, S.E., M.M., Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Mahasiswa yang mengikuti kegiatan berasal dari empat program studi, yakni Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Manajemen Bisnis Syariah, dan Akuntansi Syariah.
Dekan FEBI Prof. Dr. H. A. Kumedi Ja’far mengatakan, kuliah umum menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan dan memperoleh inspirasi dari narasumber yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidangnya. Ia mendorong mahasiswa aktif bertanya, berdiskusi, dan menggali gagasan sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

“Kepada seluruh mahasiswa baru, teruslah meningkatkan kompetensi, baik kompetensi akademik, keterampilan digital, kemampuan komunikasi, maupun karakter dan integritas. Jadilah generasi yang berilmu, berakhlak, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Acara dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Andi Thahir, M.A., Ed.D. Dalam sambutannya menyoroti tantangan lulusan perguruan tinggi terkait pengangguran dan menyampaikan bahwa jumlah pengangguran dari kalangan sarjana mencapai di atas 1 juta orang.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui peningkatan kompetensi mahasiswa, salah satunya dengan menghadirkan Studium Generale atau kuliah umum untuk memperluas wawasan di luar pembelajaran kelas.
“Ekonomi kreatif, yang pertama, mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Yang kedua, budaya dan kearifan lokal harus menjadi kekuatan ekonomi. Tidak hanya dilestarikan, tetapi dikembangkan,” ungkapnya.
Dalam pemaparannya, Amir Hamzah menjelaskan bahwa budaya dapat menjadi pembeda sekaligus sumber keunikan dalam menciptakan produk kreatif. Kekayaan budaya dan kearifan lokal, menurutnya, dapat dikembangkan menjadi produk dan gagasan kreatif bernilai ekonomi, terutama di tengah perkembangan teknologi dan ekonomi digital.
“Budaya memberikan diferensiasi. Ketika kreativitas bertemu budaya, lahirlah produk yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki cerita dan identitas. Ekonomi kreatif membutuhkan keunikan, dan budaya menyediakan sumber keunikan yang sulit ditiru,” jelasnya.
Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Dekan I Dr. Madnasir, M.S.I., Wakil Dekan II Dr. Nurlaili, M.A., Wakil Dekan III Dr. Ahmad Habibi, S.E., M.E., Kabag TU FEBI Zainal Abidin, S.Ag., para ketua dan sekretaris program studi, serta dosen FEBI.
Rep: Magang-Afrika (An/NF)