Gelar Kuliah Umum, Fakultas Psikologi Islam UIN RIL Bahas Psikosufistik dalam Pengembangan Kesehatan Mental dan Spiritual
- Admin Humas
- Selasa, 13 Oktober 2026
- 46 Tampilan

Bandar Lampung (Humas UIN RIL) – Pengembangan kesehatan mental mahasiswa tidak cukup hanya dengan memahami kondisi psikologis, tetapi juga perlu diiringi penguatan spiritual dan pembentukan karakter.
Hal ini menjadi salah satu bahasan utama dalam kuliah umum bertema Psikosufistik dalam Pengembangan Kesehatan Mental dan Spiritual yang digelar Fakultas Psikologi Islam (FPI) UIN Raden Intan Lampung (RIL), Selasa (13/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Academic and Research Center UIN RIL ini menghadirkan Prof. Dr. Drs. H. R. Wijaya, M.Si., Ph.D., akademisi, pakar sosiologi, praktisi kesehatan mental dan spiritual, sekaligus Ketua Umum Konsorsium Tasawuf dan Psikoterapi Indonesia.
Dalam pemaparannya, Prof. Wijaya menjelaskan bahwa pendekatan psikosufistik mengajak manusia memahami dirinya secara utuh melalui dimensi fisik, psikologis, dan spiritual. Menurutnya, kesehatan mental tidak hanya berkaitan dengan perilaku yang tampak, tetapi juga kondisi batin, kesadaran diri, dan hubungan manusia dengan nilai-nilai spiritual.

“Psikosufistik bukanlah ilmu baru. Ia adalah kembalinya manusia kepada hakikat dirinya: dari-Nya, bersama sesama, pulang kepada-Nya,” ujarnya.
Ia menguraikan lima lapisan jiwa dalam kajian psikosufistik, yakni nafs, aql, qalb, ruh, dan sirr. Kelimanya menggambarkan dimensi diri manusia, mulai dari keinginan dan kemampuan berpikir hingga perasaan serta kedalaman spiritual.
Untuk mengembangkan kualitas diri, Prof. Wijaya menjelaskan tiga tahapan penyucian jiwa, yaitu takhalli, tahalli, dan tajalli. Takhalli merupakan proses membersihkan diri dari sifat buruk, tahalli membiasakan perilaku terpuji, sedangkan tajalli menggambarkan tumbuhnya kesadaran spiritual yang lebih mendalam.
Ia juga menekankan bahwa ketenangan bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari proses pengembangan diri. Kesehatan mental dan spiritual perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kesadaran diri, pengendalian perilaku, serta kemampuan menjalani kehidupan dengan tujuan yang bermakna.
Menurutnya, pemahaman yang diperoleh melalui perkuliahan perlu diperkuat dengan kegiatan praktis. Karena itu, kuliah umum tersebut akan ditindaklanjuti dengan pelatihan pengembangan sumber daya manusia di bidang mental dan spiritual untuk membantu mahasiswa mengembangkan potensi diri sekaligus mempersiapkan kompetensi menghadapi dunia profesional.
Dalam kegiatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara FPI UIN RIL dan PT Wijaya Riset Institusi (The Wijaya Institute). Narasumber juga menyampaikan informasi mengenai peluang bantuan penyelesaian penelitian atau skripsi melalui Wijaya Institute bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan seleksi.




Dekan FPI UIN RIL, Dr. Ahmad Zarkasi, M.Sos.I., yang membuka kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa kuliah umum bersama Prof. Wijaya menjadi puncak rangkaian peringatan kesehatan mental yang diselenggarakan fakultas.
Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 5 Oktober melalui layanan konseling di berbagai fakultas dan lembaga, dilanjutkan dengan pelatihan public speaking pada 8 Oktober serta pengabdian kepada masyarakat di Sekolah Rakyat di Lampung pada 9 Oktober.
Melalui rangkaian tersebut, fakultas berupaya membekali mahasiswa, khususnya mahasiswa baru, agar tidak hanya memahami kesehatan mental dan spiritual secara konseptual, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan akademik, lingkungan sosial, dan dunia kerja.
Adapun kegiatan diawali dengan laporan Ketua Pelaksana, Dr. Agung Muhammad Iqbal, M.Ag., yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan acara.