Home » Berita » Kebijakan e-Learning di UIN Lampung

Kebijakan e-Learning di UIN Lampung


Dr. Alamsyah, M.Ag

(Wakil Rektor I UIN Raden Intan Lampung)

Virus Korona atau Covid-19 telah menjadi bencana global yang sangat menakutkan dan berdampak serius ke berbagai sektor. Jumlah kasus di Indonesia terus meningkat, terakhir Rabu (14/10/2020) sejumlah 344.749 orang terkena dengan kematian sebanyak 12.156 orang. Di tingkat dunia jauh lebih tinggi, kurang lebih mencapai 38 juta-an orang terinfeksi dengan jumlah kematian sebanyak 1,1 jutaan (Kompas 13/10). Jumlah kasus ini belakangan bukan menurun tapi terus meningkat, dan kluster terbanyak di Indonesia adalah dari perkantoran, termasuk area kampus di dalamnya.

Kondisi darurat yang berbahaya ini harus diantisipasi dan dijawab dengan kebijakan yang paling tepat. Sebenarnya kebijakan apapun yang diambil dalam situasi darurat ini tetap memiliki kekurangan dan berdampak, namun pilihan terbaik dari semua yang buruk sekalipun tetap harus cepat diambil.

Oleh karena pendidikan adalah proses sangat penting, maka sesulit apapun kondisi yang dialami dan seberat apapun bencana yang terjadi maka pendidikan harus terus berjalan, mahasiswa tetap bisa menyelesaikan kuliah, sementara keselamatan nyawa tetap terjaga. Dengan prinsip ini maka pembelajaran di semua tingkatan harus terus berjalan, tidak boleh terhenti, demikian pula keselamatan nyawa anak manusia juga harus dilindungi. Misi dasar inilah yang sekarang dilakukan pemerintah, termasuk UIN Raden Intan Lampung di dalamnya.

Demi menghindari mudarat lebih besar, maka sejak semester genap lalu, tepatnya Maret 2020, UIN Raden Intan Lampung menjalankan kebijakan kuliah jarak jauh atau daring. Keputusan ini diambil agar tidak terjadi keramaian di kampus yang sangat berpotensi menjadi media penyebaran Covid-19.

Karena pembelajaran daring pada semester genap lalu bersifat darurat dan mendadak, maka media daring yang digunakan boleh apa saja termasuk whatsapp, karena yang terpenting proses pembelajaran, seperti kuliah, seminar, bimbingan, praktek, dan ujian, tetap terus berjalan. Beberapa kegiatan daring masa pandemik ini bahkan berjalan sukses, seperti wisuda, tes penerimaan mahasiswa baru, PBAK, dan KKN, sehingga menjadi inspirasi dan model bagi perguruan tinggi lain.

Memasuki semester ganjil tahun ajaran baru 2020/2021, perkuliahan daring di UIN Raden Intan Lampung tetap diteruskan dengan membuat beberapa persiapan lebih baik, seperti pelatihan dan penyediaan panduan tutorial. Dalam semester ganjil ini, media pembelajaran yang digunakan juga lebih dipersiapkan, yaitu aplikasi e-learning dan aplikasi Sistem Bimbingan Akademik. E-Learning dipilih karena memiliki banyak keunggulan dibandingkan yang lain, seperti mampu merekam kegiatan perkuliahan baik chat atau video, mudah dikontrol, tersedia absen kehadiran peserta, ruang menu lebih kaya, kuota lebih kecil dibandingkan aplikasi lain, mengurangi penggunaan kertas dan plastik, membiasakan akses literatur digital seperti e-book, serta mendukung akreditasi dan meninggikan peringkat institusi di dalam negeri maupun dunia.

Walaupun memiliki banyak keunggulan dan telah diperkenalkan sejak 2017, namun karena regulasi yang mengharuskan penggunaannya baru dimulai pada September 2020, maka pelaksanaan e-Learning harus bertahap. Pada tahap awal semester genap ini diputuskan bahwa porsi wajib menggunakan e-Learning cukup 50 % dari total perkuliahan, sedangkan perkuliahan lainnya boleh menggunakan aplikasi zoom atau google classroom. Agar pelaksanaannya dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai ketentuan maka pembelajaran dengan e-Learning harus dimuat dalam laporan BKD dan remunerasi setiap akhir tahun.

Adanya ruang dispensasi penggunaan aplikasi lain dalam pembelajaran adalah untuk memberi kesempatan kepada dosen yang belum siap agar berlatih menggunakan e-learning dan guna mengantisipasi terjadi gangguan sistem. Solusi seperti ini harus dilakukan berdasarkan kaidah prinsipil bahwa pembelajaran adalah pokok, sedangkan aplikasi hanya media. Media bisa diganti demi untuk menunjang kelangsungan pembelajaran.  

Perkuliahan daring secara penuh pada masa pandemik Covid-19 memang adalah pilihan terbaik. Namun sistem tersebut tetap menyisakan kelemahan, yaitu kurang efektif dalam menanamkan keteladanan akhlak dan spiritual bagi peserta didik, seperti yang dikeluhkan banyak kalangan. Bahkan tren ini bisa menyebabkan desrupsi yang berdampak pada perubahan pola hidup dan menimbulkan kegoncangan.

Untuk menjawab kekhawatiran tersebut, maka strategi pembelajaran harus cepat beradaptasi saat pandemi berakhir. Model blended learning atau perpaduan menjadi pilihan terbaik nantinya. Pembelajaran tatap muka tetap dipertahankan agar penanaman nilai moral dan spiritual tetap efektif. Sedangkan kegiatan akademis berbasis teknologi internet juga harus terus dikembangkan agar mahasiswa siap dan unggul dalam berkompetisi di era industri 4.0. Dengan respon yang bijak dan dinamis seperti di atas, maka dari musibah Covid-19 tetap bisa dipetik hikmah.

Sudah dibaca : 645 Kali