Kenalkan Aplikasi Ruang Dengar, Dosen UIN RIL Berdayakan Konselor Sebaya di Sekolah Rakyat
- Admin Humas
- Rabu, 14 Oktober 2026
- 29 Tampilan

Bandar Lampung (Humas UIN RIL) – Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung memberdayakan siswa sebagai konselor sebaya sekaligus memperkenalkan aplikasi Ruang Dengar untuk mendukung layanan bimbingan dan konseling di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 35 Bandar Lampung.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat bertajuk Pemberdayaan Konselor Sebaya melalui Implementasi Kurikulum Cinta Berbasis Sistem Informasi Terpadu di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 35 Bandar Lampung. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Jumat (9/10/2026) dan Senin (12/10/2026), di SRT 35 Bandar Lampung, Jalan Pagar Alam, Segala Mider, Tanjung Karang Barat.
Program ini merupakan kolaborasi lintas fakultas yang didanai melalui hibah Litapdimas Kementerian Agama tahun 2026 melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Raden Intan Lampung. SRT 35 Bandar Lampung menjadi lokasi penelitian sekaligus sasaran penerapan program tersebut.
Tim diketuai Dr. Rika Damayanti, M.Kep., Ns., Sp.Kep.J. yang merupakan Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kelembagaan Fakultas Psikologi Islam, dengan anggota Fiqih Satria, M.T.I., Ketua Program Studi Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi.
Perpaduan keilmuan psikologi dan teknologi informasi ini diarahkan untuk memperkuat layanan bimbingan dan konseling di sekolah binaan Kementerian Sosial tersebut.
Sekolah Rakyat merupakan program Kementerian Sosial untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Para siswa tidak hanya belajar, tetapi juga tinggal di asrama dan jauh dari orang tua.
Kondisi tersebut membuat dukungan psikososial dalam keseharian siswa menjadi penting. Dalam situasi seperti ini, teman sebaya kerap menjadi tempat pertama untuk berbagi cerita dan menyampaikan masalah.
Pada hari pertama, Jumat (9/10), tim memberikan materi tentang kesehatan mental, dilanjutkan dengan sesi konseling individu dan kelompok. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pelatihan siswa untuk menjadi konselor sebaya di lingkungan SRT 35 Bandar Lampung.
Para siswa dibekali keterampilan mendengarkan secara aktif, berempati tanpa menghakimi, menjaga kerahasiaan cerita teman, serta mengenali kondisi ketika suatu masalah perlu diteruskan kepada Guru Bimbingan dan Konseling (BK).

“Teman sebaya sering kali menjadi orang pertama yang tahu ketika seorang siswa sedang tidak baik-baik saja. Karena itu, kami ingin mereka siap menjadi pendengar yang baik, sekaligus memahami batasannya dan tahu kapan harus meminta bantuan Guru BK,” ujar Rika.
Pelatihan tersebut berlandaskan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta yang digagas Kementerian Agama, terutama cinta kepada diri sendiri dan sesama. Nilai-nilai itu diterapkan dalam sikap dasar konselor sebaya, yakni peduli, empatik, dan saling menjaga sebagai satu keluarga sekolah.
Pada hari kedua, Senin (12/10), kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi aplikasi Ruang Dengar kepada sekitar 30 guru SRT 35 Bandar Lampung. Aplikasi berbasis website ini dikembangkan oleh tim pengabdian untuk mendukung layanan konseling di sekolah tersebut dan dapat diakses melalui www.ruangdengar.id.
Website tersebut telah dihosting dengan nama domain Ruang Dengar untuk masa satu tahun dan diserahkan kepada pihak sekolah untuk dikelola.
Ruang Dengar dirancang sebagai sistem informasi konseling terpadu yang menghubungkan siswa dengan konselor sebaya dan Guru BK. Dalam kegiatan sosialisasi, para guru tidak hanya menyimak paparan, tetapi juga langsung mempraktikkan penggunaan aplikasi, mulai dari masuk ke sistem, menerima dan menjadwalkan pengajuan konseling, hingga meninjau rujukan dari konselor sebaya.

Melalui aplikasi ini, siswa dapat mengajukan konseling kapan saja, termasuk saat berada di asrama. Siswa juga dapat memilih untuk bercerita kepada Guru BK atau konselor sebaya. Khusus untuk konseling dengan konselor sebaya, tersedia pilihan mode anonim.
Selain itu, aplikasi menyediakan fitur pencatatan suasana hati harian dan pengisian cek kesehatan mental sebagai upaya deteksi dini. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seorang siswa memerlukan perhatian segera, sistem akan memberikan pemberitahuan kepada Guru BK.
“Kami merancang Ruang Dengar dengan prinsip kerahasiaan sejak awal. Isi percakapan hanya dapat dibaca oleh siswa yang bersangkutan, konselor yang menangani, dan Guru BK. Admin sistem pun tidak dapat membukanya,” jelas Fiqih Satria.
Melalui program ini, tim berharap layanan bimbingan dan konseling di SRT 35 Bandar Lampung semakin mudah dijangkau siswa, konselor sebaya semakin berdaya, dan Guru BK terbantu dengan data layanan yang lebih tertata.
Ke depan, tim akan melanjutkan pendampingan dan evaluasi pemanfaatan aplikasi bersama pihak sekolah untuk melihat keberlanjutan penggunaan Ruang Dengar dalam mendukung layanan konseling bagi siswa. (Rls-An/NF)

