Home » Berita » Isi Kuliah Umum di Samarinda : Prof Mukri Bicara Tantangan Revolusi Industri 4.0

Isi Kuliah Umum di Samarinda : Prof Mukri Bicara Tantangan Revolusi Industri 4.0


Rektor UIN Raden Intan Lampung, memberikan kuliah umum di IAIN Samarinda(09/04).

Humas UIN RIL – Memenuhi undangan kuliah umum IAIN Samarinda(09/04), Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. Mukri berbicara tentang Revolusi Indusri 4.0 dan tantangan sumberdaya Perguruan Tinggi Keagaman Islam (PTKI).

Dalam paparannya, Ketua PWNU Lampung ini menyatakan bahwa revolusi industri 4.0 dicirikan dengan hadirnya internet of things, big data dan matinya kepakaran. Apabila sumberdaya manusia PTKI tidak merespon perkembangan teknologi informasi dan komputer tidak mustahil perguruan tinggi keagamaan Islam akan dengan sendirinya ditinggalkan oleh masyarakat.

Menghadapi perkembangan ini, Prof. Mukri menyatakakan bahwa untuk menghadapi revolusi industi 4.0 sumberdaya manusia PTKI setidaknya memiliki lima kompetensi, yakni kompetensi pendidikan, kompetensi riset, kompetensi teknologi komunikasi dan informasi, kompetensi globalisasi, dan kompetensi mempredeksi masa depan. Menurutnya, di era disruption seperti sekarang ini, SDM perguruan tinggi harus mampu beradaptasi dengan perubahan dan memanfaatkan sumberdaya yang ada untuk peningkatan kualitas mutu perguruan tinggi.

“Tenaga pendidik di era revolusi industri harus meningkatkan pemahaman dalam mengekspresikan diri di bidang literasi media, memahami informasi yang akan dibagikan kepada para peserta didik serta menemukan analisis untuk menyelesaikan permasalahan akademisi literasi digital. Harapannya, semua pihak harus meningkatkan kolaborasi dalam orientasi pendidikan mendatang serta mengubah kinerja sistem pendidikan yang dapat mengembangkan kualitas pola pikir pelajar dan penguatan digitalisasi pendidikan yang berbasis aplikasi”, demikian papar Guru Besar Ushulfiqh ini.

Dihadapan civitas akademika IAIN Samarinda, Rektor UIN Raden Intan Lampung membagikan pengalamannya mentranformasikan diri dari IAIN menjadi UIN Raden Intan Lampung. Menurunya, kunci dari sukses transfomasi tersebut adalah kebersamaan, kesungguhan, dan keteladanan dari pimpinan perguruan tinggi. Menurutnya, tanpa ketiga hal tersebut proses tranformasi tidak dapat berjalan dengan baik. Ia kemudian menyampaikan sejumlah prestasi baik yang bersifat akademik dan non akademik seperti peningkatan peringkat akreditasi sebagian besar program studi yang sudah banyak mendapat peringkat akrediasi A, peningkatan jumlah mahasiswa yang hampir tigapuluh ribu orang, dan peningkatan jumlah doktor dan guru besar di lingkungan UIN Raden Intan Lampung. (PJ/HI)

Sudah dibaca : 264 Kali