Konferensi Internasional ke-2 FST UIN RIL Perkuat Inovasi Halal Berbasis Sains dan Teknologi
- Admin Humas
- Rabu, 16 September 2026
- 31 Tampilan

Bandar Lampung (Humas UIN RIL) – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) kembali memperkuat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi halal melalui terselenggaranya 2nd International Conference on Halal, Science, Technology, and Innovation (IC-HaSTI) 2026.
Konferensi yang diselenggarakan secara hybrid ini mengangkat tema “Advancing Sustainable Halal Innovation through Science, Digital Transformation, and Emerging Technologies”, Selasa (15/9/2026).
Tema tersebut menegaskan pentingnya pengembangan ekosistem halal yang tidak hanya bertumpu pada aspek kehalalan produk, tetapi juga ditopang oleh kemajuan sains, transformasi digital, serta pemanfaatan teknologi baru. IC-HaSTI menjadi ruang akademik bagi para peneliti, akademisi, praktisi, dan pelaku industri untuk mempresentasikan hasil penelitian serta membangun peluang kolaborasi lintas bidang dan lintas negara.
Dalam sambutannya, Dekan FST Dr. Sovia Mas Ayu, M.A. mengatakan, industri halal kini terus berkembang, tidak hanya pada sektor makanan, tetapi juga mencakup farmasi, kosmetik, bioteknologi, lingkungan, teknologi informasi, hingga industri digital.

“Melalui IC-HaSTI 2026, kami berharap konferensi ini dapat mempercepat dialog, pertukaran pengetahuan, serta kolaborasi antara akademisi, peneliti, praktisi, pemerintah, dan para pemangku kepentingan dari berbagai negara. Kami juga berharap konferensi ini dapat melahirkan inovasi yang bermakna serta solusi-solusi praktis yang berkontribusi pada kemajuan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi halal,” ungkapnya.
Konferensi internasional ini dibuka oleh Wakil Rektor (WR) III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Bambang Budiwiranto, M.Ag., Ph.D.
Dalam sambutannya, WR III menyampaikan, meski fakultas ini baru berdiri tahun 2025, FST dinilai berhasil menunjukkan pencapaian membanggakan dengan menghadirkan komunitas internasional melalui forum tersebut.
Hadir mewakili Kementerian Agama Republik Indonesia, Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma), Dr. Ruchman Basori, M.Ag. Ia berkesempatan menyampaikan terkait scholarship diantaranya Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) dan MoRA Air Funds.
Konferensi menghadirkan empat narasumber, yakni Prof. Artyom Rykun (Vice-Rector for International Cooperation, Tomsk State University, Rusia) dan Prof. Dr. Achi Rinaldi, S.Si., M.Si (Professor of Statistics , UIN Raden Intan Lampung, Indonesia). Kemudian secara daring hadir Acharee Suksuwan, Ph.D. (Researcher, The Halal Science Center, Chulalongkorn University, Thailand) dan Dr. Olga Bakina (Expert of Physical and Biological Chemistry of Nanoparticles, ISPMS Branch Russian Academy of Science, Rusia).
Konferensi ini melibatkan 37 pembicara/panelis, dihadiri oleh 167 mahasiswa baru FST, serta menampilkan Academic Expo yang diikuti oleh 20 peserta dari empat program studi dan unit kegiatan mahasiswa fakultas yang menampilkan karya inovasi.

Prof. Artom Rykun dalam kesempatannya, menyampaikan profil dan berbagai capaian Tomsk State University (TSU). Selain unggul dalam bidang sains dan teknologi, TSU juga aktif mengembangkan kerja sama riset internasional, termasuk dengan sejumlah perguruan tinggi dan lembaga di Indonesia.
Kemudian Dr. Acharee Suksuwan menjelaskan tentang strengthening the halal supply chain through halal science and digital technology. Sementara Dr. Olga Bakina menjelaskan terkait Electrical-explosion nanoparticles:synthesis and application.

Dalam rangkaian 2nd IC-HaSTI, Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Puspenma menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Tomsk State University (TSU), Rusia. Dokumen kerja sama tersebut bertujuan memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, serta jejaring akademik internasional. (Magang/NF)