LP2M UIN RIL Evaluasi Progres 63 Tim Peneliti melalui Seminar Antara 2026
- Admin Humas
- Kamis, 17 September 2026
- 18 Tampilan

Bandar Lampung (Humas UIN RIL) – Sebanyak 63 tim peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) memaparkan perkembangan penelitian mereka dalam Seminar Antara (Progress Report) Penelitian Tahun 2026 yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN RIL di Ballroom UIN RIL, Rabu (16/9/2026).
Seminar ini menjadi bagian dari proses pemantauan penelitian yang memperoleh Hibah Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian kepada Masyarakat (Litapdimas) Tahun 2026. Melalui pemaparan tersebut, perkembangan penelitian, capaian sementara, hingga penggunaan dana hibah menjadi bagian yang dilihat dalam proses review.
Sebanyak 63 tim yang mengikuti seminar antara memiliki komposisi anggota yang berbeda, mulai dari dua hingga lima orang. Khusus klaster kapasitas, penelitian dilakukan oleh satu orang peneliti. Secara keseluruhan, sekitar 140 hingga 150 dosen dan tenaga kependidikan terlibat dalam tim penelitian tahun ini.
Penelitian tersebut terbagi dalam delapan klaster. Masing-masing klaster memiliki peruntukan dan target luaran yang berbeda sesuai petunjuk teknis. Karena itu, tuntutan luaran penelitian juga menyesuaikan dengan klaster yang diikuti.
Pada klaster Pengembangan Kolaborasi Internasional, misalnya, Dr. Nadirsah bersama tim mengikuti hibah penelitian kolaborasi internasional dengan tuntutan luaran yang lebih tinggi. Salah satunya adalah publikasi artikel hasil penelitian pada jurnal terindeks Scopus.
Selain melihat perkembangan penelitian, penggunaan dana hibah juga menjadi perhatian dalam seminar antara.

Kepala Pusat Penelitian LP2M UIN RIL, Prof. Dr. Yuberti, S.Pd., M.Pd., mengatakan penggunaan dana tidak dapat diseragamkan karena kebutuhan setiap penelitian berbeda.
“Dari hasil saya mereview, penggunaan dana mereka semuanya logis, walaupun tidak mutlak, karena penelitian beda-beda. Ada yang sudah menggunakan dana 70% ada yang 60%, ada yang 80%,” ungkapnya.
Untuk penelitian tahun 2026, sejumlah output ditargetkan selesai pada tahun berjalan, yakni laporan penelitian, logbook, executive summary, policy brief, dan laporan keuangan. Seluruhnya ditargetkan rampung hingga November 2026.
Sementara publikasi artikel sebagai outcome penelitian dapat dipenuhi satu hingga dua tahun setelah pelaksanaan penelitian. Proses tersebut tidak sepenuhnya berada di tangan peneliti karena masih bergantung pada proses dan pengelolaan jurnal tempat artikel diajukan.
Seminar Antara Penelitian 2026 melibatkan sembilan reviewer dan dilaksanakan dalam satu hari. Pola ini berbeda dari pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya yang berlangsung tiga hingga empat hari, bahkan pernah mencapai satu minggu.
Prof. Yuberti berharap proses review tersebut dapat membantu memastikan penelitian berjalan sesuai arah dan target yang telah ditetapkan, sehingga para peneliti dapat menyelesaikan output dan mencapai outcome penelitian sesuai batas waktu.





