Home » Berita » Mahad Al-Jamiah Gelar Porseni ke-8

Mahad Al-Jamiah Gelar Porseni ke-8


 

Kepala Biro AAKK Drs. Jumari Iswadi, MM didampingi Mudir Mahad Kamran, Lc, MA membuka Porseni Ke-8 Mahad Aljamiah, Selasa (2/4). (Dok: Istimewa)

Humas UIN RIL – Mahad Al-Jamiah UIN Raden Intan kembali menggelar kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Mahasantri (Porseni) pada 2-13 April 2019. Kegiatan rutin yang ke-8 ini dibuka oleh Kepala Biro AAKK UIN Drs Jumari Iswadi MM di halaman Mahad, Selasa (2/4) sore.

Dalam sambutannya, Kepala Biro mengatakan bahwa kegiatan Porseni merupakan wadah bagi mahasantri dalam mengembangkan softskill baik segi akademis maupun seni. Sehingga menurutnya, dukungan penuh diberikan dari pihak sivitas akademika UIN untuk Mahad Al-Jamiah.

“Untuk itu, pelaksanaan kegiatan PORSENI selanjutnya diharapkankan dapat dilaksanakan secara luas yakni se-Sumbagsel ataupun secara nasional. Hal tersebut menjadi kebanggan tersendiri kepada mahasantri dan juga pengurus mahad tentunya,” kata Jumari.

Pembukaan  kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan Parade Porseni. Tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah untuk mengembangkan softskill mahasantri dengan menanamkan jiwa sportif, sehat, aktif dan kreatif.

Mudir Mahad Kamran Lc MA mengemukakan, “Porseni kali ini berbeda dengan tahun-tahun yang sebelumnya. Porseni menjadi satu kesatuan sebagai wadah kompetisi santri dari keseluruhan kegiatan, baik itu seni, pengetahuan ilmiah, maupun kebahasaan. Sehingga tercetus sebuah nama USFURIAH (Usbu’ Al Funun Wa Ar-Riyadhah Tsummal ‘Ilmi Wal Lughah).”

Selain itu, Kamran juga menyampaikan motivasi dan semangat kepada mahasantri dan juga pada panitia. “Meskipun minimnya anggaran dana kegiatan, tetap tidak mnengurangi rasa semangat dalam menjunjung tinggi visi dan misi Mahad dalam mencapai pelaksanaan suatu kegiatan,” ungkapnya.

Tema yang diangkat pada Porseni kali ini adalah Kompetisi Santri Berbasis Tradisi Di Era Milenial. Adapun cabang perlombaannya meliputi go back to door, scrabble, karya ilmiah, ranking 1, hasta karya, tahfidz Qur’an, stand up comedy, syarhil 2 bahasa, sholawat kreasi, senam santri, estafet bahasa, video kreatif, story telling, futsal, desain grafis, olimpiade Qur’an, yel-yel, news casting, nasyid, act it out, happy cooking.

Sebanyak 16 rangkaian cabang perlombaan tersebut tidak menyurutkan para mahasantri dalam bertanding. Justru menjadi persaingan ketat berlomba-lomba dalam kebaikan. Teknis kegiatan dilaksanakan dengan sistem halaqoh. Masing-masing dari halaqoh mengirimkan perwakilan individu atau grup untuk ikut berpartisipasi pada kegiatan tersebut.

Porseni tahun ini merupakan kegiatan pertama yang mengkombinasikan antara cabang lomba Kebahasaan dengan Seni. Biasanya, kegiatan Language Fair dilaksanakan kegiatan tersendiri. Namun kali ini, kategori lomba dalam Language Fair tersebut dikombain kedalam kegiatan Porseni. (Rls-NF/HI)

 

Sudah dibaca : 333 Kali