Mahasiswa KKN Siger Berjaya Inovasikan Biochar dari Limbah Kulit Kakao

  • Admin Humas
  • Selasa, 09 Juli 2024
  • 32 Tampilan
blank
Proses Pembuatan Biochar

Limau, Tanggamus (Humas UIN RIL) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Siger Berjaya Kelompok 34, gabungan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Unila, dan Itera, sukses mengadakan pelatihan dan sosialisasi pembuatan biochar dari limbah kulit kakao di Pekon Tegineneng, Tanggamus, pada Minggu (07/07/2024).

Acara ini dihadiri berbagai pihak, termasuk kelompok tani, tokoh masyarakat, dan mahasiswa KKN. Tujuannya adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat tentang pembuatan dan pemanfaatan biochar dari limbah kulit kakao.

Biochar merupakan arang hayati yang dihasilkan ketika limbah pertanian yang dipanaskan tanpa udara atau dengan udara yang sangat sedikit, sehingga kaya akan karbon. Biochar juga dapat disebut dengan pembenah tanah.

Melihat potensi komoditas Sumber Daya Alam (SDA) di Limau salah satunya adalah kakao dan limbah kulitnya yang terbuang sia-sia, mahasiswa KKN ini berinovasi dengan membuat biochar dari bahan tersebut.

Para peserta antusias mengikuti pelatihan, tak hanya teori tapi juga praktik langsung membuat biochar dari kulit kakao.

blank
Penyaringan Biochar

Salah satu peserta, Bapak Oop Supandi, Kepala Dusun 3 Pekon Tegineneng, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih. “Kami berterima kasih atas ilmu yang bermanfaat ini. Dengan biochar dari kulit kakao, kami dapat mengolah limbah pertanian menjadi sesuatu yang bernilai dan meningkatkan produktivitas lahan,” ujarnya.

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan di Pekon Tegineneng. Hal tersebut juga disebut Climate Smart Agriculture.

Adapun manfaatnya di bidang pertanian yakni meningkatkan kesuburan tanah, mempertahankan nutrisi di dalam tanah, meningkatkan kemampuan tanah menahan air, memperbaiki struktur tanah yang
rusak. Kemudian bagi lingkungan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, mengurangi limbah
biomassa/pertanian, membantu meningkatkan kualitas air tanah.

blank

Dengan pelatihan dan sosialisasi ini, masyarakat Pekon Tegineneng kini siap mengimplementasikan teknologi biochar dari limbah kulit kakao.

Rep: Yunita Febrianti, Sari Oktaviyani, Keni Aprilia Saputri dan Husain Khalid

(An/AH)