Home » Berita » Mahasiswa UIN RIL Buat Inovasi Tabir Surya Herbal

Mahasiswa UIN RIL Buat Inovasi Tabir Surya Herbal

Sudah dibaca : 304 Kali


Tim Peneliti Tabir Surya saat mempresentasikan dihadapan Dewan Juri. (Dok. Ist)

Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung (RIL) membuat inovasi berupa tabir surya (sunscreen) dengan bahan herbal yaitu ektrak kunyit (Curcuma Longa L.) dan ganggang hijau (Haematococcus Pluvualis).

Karya Inovasi ini berhasil menyisihkan 53 tim peserta lainnya dan tembus ke dalam babak final Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia di UIN Ar-Raniry Aceh tahun 2021 cabang lomba Karya Inovasi Produk Halal dan Ketahanan Pangan.

Dalam babak final, tim harus mempresentasikan hasil karya inovasinya di hadapan Dewan Juri dan dipamerkan di arena expo UIN Aceh pada 25-28 November 2021.

Mahasiswa pembuat inovasi ini atas nama Nimas Ayu Nurdian Ningsih, Fikri Fitrizon, dan Karina. Ketiganya merupakan mahasiswa prodi Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

Salah satu peneliti, Karina, menjelaskan, latar belakang dari temuannya ini diantaranya karena bahaya paparan sinar UV terhadap kulit yang dapat menimbulkan eritema dan kanker kulit. Tabir surya diakuinya dapat memproteksi kulit dari paparan sinar UV tersebut.

“Produk tabir surya yang banyak beredar didominasi bahan kimia sintetik yang menimbukkan efek samping. Kita coba memanfaatkan keanekaragaman sumber daya hayati di Indonesia yang melimpah,” jelasnya.

Dia menyampaikan, krim tabir surya ini dianggap efektif dan aman sebagai upaya perlindungan kulit dari paparan sinar UV yang berlebih. “Penelitian kita sudah melalui beberapa tahap, diantaranya pembuatan ekstrak kunyit dan ganggang hijau, formulasi krim, persiapan uji, dan krim diuji pada hewan percobaan,” sambung Karina.

Selain menjadi krim, hasil penelitiannya ini juga akan dipublikasikan pada jurnal terakreditasi. Krim ini diberi nama Muli Suncreen Herbal.

Sementara itu, Wakil Rektor (WR) III Prof Wan Jamaluddin PhD mengapresiasi karya inovasi dari mahasiswa UIN RIL ini. Menurutnya, mahasiswa memang harus dapat berinovasi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan dan kemajuan zaman. (NF/HI)