Home » Berita » Masa Pandemi, Pola Pendidikan Harus Kreatif dan Dinamis

Masa Pandemi, Pola Pendidikan Harus Kreatif dan Dinamis

Sudah dibaca : 1749 Kali


WR I Dr. Alamsyah, M.Ag (kanan), saat menjadi narasumber talkshow 46 tahun Lampung Post. (Dok. Ist)

Dalam masa pandemi Covid-19, prinsip terpenting yang harus dijaga adalah hidup sehat dan pendidikan tetap berjalan. Sebab kedua aspek ini merupakan perintah agama, hak asasi manusia, dan dijamin oleh konstitusi negara.

Demikian disampaikan Wakil Rektor (WR) I Dr Alamsyah MAg pada talkshow memperingati 46 tahun Surat Kabar Harian Lampung Post, Kamis (13/8/2020). “Dalam kondisi darurat pandemi ini, metode pembelajaran di semua tingkatan ‘dipaksa’ menjadi lebih dinamis dan kreatif, agar proses pencerdasan peserta didik terus berjalan dan tetap bisa terhindar penyebaran Covid-19,” kata Alamsyah.

Di UIN Raden Intan Lampung, dia mencontohkan, sejak awal semester genap 2020 telah dilakukan kegiatan akademis secara daring. Dalam masa yang dirasakan paling sulit itu, semua aktivitas seperti perkuliahan, bimbingan akademik, praktikum, seminar, ujian, tes TOEFL/TOAFL, kegiatan pesantren mahasiswa, dan lain-lain, dilakukan tanpa tatap muka.

Masa penyelesaian kuliah pun diperpanjang agar mahasiswa tidak terputus dari pendidikan. Demikian pula tugas akhir penyelesaian kuliah tidak harus berupa skripsi, tapi bisa diganti dengan penulisan artikel di jurnal ilmiah atau membuat buku sampai kepada modifikasi sistem penelitian, dengan tetap menjaga standar mutu.

“Semua ini ditempuh agar pendidikan mahasiswa dapat terus berlangsung, bisa menyelesaikan kuliah walau pada masa pandemi, dan kesehatan tetap terjaga,” lanjutnya.

UIN Lampung tidak hanya menjadi PTKIN dengan predikat kampus hijau terbaik secara nasional, tetapi juga termasuk yang pertama dan terdepan dalam memutuskan wisuda daring. “Walau tidak populer saat itu, tapi kebijakan ini harus diambil untuk menghindari bahaya lebih besar bagi mahasiswa dari pada sekedar bisa berkumpul bersama dengan lulusan lainnya. Kebijakan ini ternyata diapresisasi dan diikuti banyak PT lain di daerah Lampung dan nasional,” imbuhnya.

“Bahkan, dalam penerimaan mahasiswa baru tahun 2020 ini,” lanjutnya, “UIN Lampung bersama seluruh PTKIN se-Indonesia mengambil keputusan untuk melaksanakan tes penerimaan mahasiswa baru secara daring.”

Tes daring tersebut tergolong baru dan pertama di Indonesia. Meski terbilang baru, tes daring berjalan dengan lancar dan bagi peserta yang terkendala, diberi waktu khusus untuk tetap bisa mengikuti ujian susulan.

Sedangkan untuk pendidikan dasar dan menengah, dia menyampaikan bahwa pembelajaran daring secara penuh memang tidak boleh berlangsung lama. Menurutnya, ada proses yang harus dilakukan secara tatap muka, seperti pendidikan akhlak, keteladanan, karakter, ibadah, penanaman jiwa sosial, kesadaran hidup harmoni dalam perbedaan, dan hal baik lainnya.

Namun untuk perguruan tinggi, mahasiswa bisa lebih banyak diarahkan untuk siap belajar mandiri dan terbiasa menggunakan teknologi daring. “Tentu banyak problem muncul saat menjalankan kreatifitas dan inovasi dalam kegiatan akademis ini. Terutama kendala beban kuota internet bagi mahasiswa yang sudah terbebani secara ekonomi karena terdampak Covid-19. Untuk itu pihak kampus telah menjalankan kebijakan untuk memberikan keringanan UKT (SPP) kepada mahasiswa, baik dengan penundaan, cicilan, atau pengurangan UKT,” ujar WR I.

Selain itu, dalam rangka peduli terhadap mahasiswa, dosen juga dihimbau untuk membuat buku secara e-book, baik buku ajar atau referensi, yang bisa dibagikan secara gratis kepada mahasiswa.

“Ke depan, sistem perkuliahan tentu dinamis dan budaya daring yang sudah terbangun tentu tetap dipertahankan, karena ini adalah keharusan di era industri 4.0. Namun porsi dan wilayahnya terbuka untuk berubah. Salah satunya adalah kemungkinan penerapan blended learning sebagai perpaduan antara daring dan luring. Pilihan ini diambil tentu berdasarkan perkembangan kondisi pandemi, kebijakan pemerintah, dan visi pendidikan yang modern,” tandasnya. (Al/NF/HI)