Peringkat 61 Kampus Hijau Dunia, Rektor UIN RIL Jadi Pembicara IWGM di Portugal

  • Admin Humas
  • Sabtu, 17 Juni 2023
  • 1862 Tampilan
blank
Rektor UIN RIL (kanan) saat menjadi pembicara di University of Minho, Portugal, (16/06/2023).

Braga, Portugal (Humas UIN RIL) – Rektor Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL), Prof Wan Jamaluddin Z MAg PhD menjadi pembicara pada International Workshop on UI GreenMetric (IWGM) di University of Minho, Portugal, Jum’at (16/06/2023).

Berdasarkan pemeringkatan UI GreenMetric, UIN RIL berada di peringkat 61 pada klasemen 100 besar dunia dan peringkat 8 sebagai kampus hijau di Indonesia. 

Dengan raihan tersebut, Rektor UIN RIL diundang dan diberi penghormatan menjadi salah satu invited speaker dari 40 speakersyang berasal dari 20 negara berbeda, untuk mempresentasikan upaya UIN RIL sesuai dengan visinya menjadi universitas berwawasan lingkungan bereputasi internasional.

blank

Pada IWGM ke-9 yang berlangsung selama 3 hari (15-17 Juni) itu, mengusung tema “Innovation, Impact, and Future Direction of Sustainable Universities”. Setiap perwakilan perguruan tinggi yang diundang, mempresentasikan inovasi dan best practice pengelolaan kampus terhadap penghijauan dan keberlanjutan lingkungan yang mencakup pada  1) Setting and Infrastructure, (2) Energy and Climate Change, (3) Waste, (4) Water, (5) Transportation, dan (6) Education and Research.

Prof Wan mempresentasikan makalah tentang Application of Water Resource Management at UIN Raden Intan Lampung dalam sesi kedua Innovation, Impacts, and Future Direction of Sustainable Universities in Managing Water dan disambut baik oleh para peserta.

Dalam paparannya, ia mengutarakan strategi pengelolaan air di kampus UIN RIL. Satu strategi untuk melestarikan pasokan air di kampus, katanya, adalah pembangunan kolam atau embung buatan yang menampung air hujan.

Dia menyebutkan UIN RIL memiliki sepuluh embung dan sekitar 8.000 lubang resapan biopori yang dipasang untuk memelihara ketersediaan air tanah dan meningkatkan kesuburan tanah. 

Selain itu, pengolahan air limbah dari kegiatan berwudhu di masjid digunakan untuk kebutuhan sekunder seperti kegiatan budidaya ikan dan pengairan.

“Pelestarian sumber air di kampus harus berkelanjutan, mengingat populasi masyarakat yang besar sangat bergantung pada air untuk kebutuhan sehari-hari, dan memastikan ketersediaan air untuk masa depan merupakan hal yang sangat penting,” ujarnya.

Menurutnya, hal ini menunjukkan komitmen nyata UIN RIL dalam pengelolaan air dan keberlanjutan lingkungan.

blank

Perlu diketahui, UI GreenMetric merupakan pemeringkatan internasional yang digagas oleh Universitas Indonesia terkait pengelolaan kampus hijau berkelanjutan dan juga pemeringkatan berdasarkan pada komitmen perguruan tinggi di seluruh dunia dalam pengelolaan lingkungan hidup di kampus. Tujuan dari Workshop UI GreenMetric adalah untuk memberikan wadah sharingpengalaman dan strategi kampus-kampus dunia  dalam pengelolaan lingkungannya. (An/AH)