Pimpinan Prodi MBS FEBI UIN RIL Isi Kuliah Tamu di Universiti Geomatika Malaysia

  • Admin Humas
  • Sabtu, 02 Maret 2024
  • 106 Tampilan
blank
Ketua Program Studi (Kaprodi), Dr Ahmad Habibi ME

Malaysia (Humas UIN RIL) – Ketua Program Studi (Kaprodi), Dr Ahmad Habibi ME dan Sekretaris Program Studi (Sekprodi), Dr (Cand) Suhendar SE MSAk Akt. dari Prodi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) sukses mengisi kuliah tamu (Guest Lecturer) yang bertajuk “Business Research, Economic, Finance and Academic Writing” di Aula Program Master IQRA Business School Universiti Geomatika Malaysia, Sabtu (2/3/2024).

Kuliah tamu ini merupakan salah satu implementasi kerjasama Prodi Manajemen Bisnis Syariah FEBI UIN RIL dengan Program Master IQRA Business School Universiti Geomatika Malaysia, dengan menghadirkan kedua dosen tersebut sebagai narasumber.

Dekan FEBI UIN RIL, Prof Dr Tulus Suryanto MM Akt CA dalam wawancara menjelaskan, kegiatan kuliah tamu ini sebagai tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU) antara IQRA Business School Universiti Geomatika Malaysia dengan FEBI UIN RIL. “Kuliah tamu ini merupakan salah satu implementasi kerjasama FEBI UIN RIL dengan IQRA Business School Universiti Geomatika Malaysia, dimana kerjasama ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi seluruh sivitas akademika kedua pihak,”ungkap beliau.

Sementara Dekan IQRA Business School Universiti Geomatika Malaysia, Prof Dr Abaidullah Bin Mustaffa dalam sambutannya menyambut baik kegiatan kuliah tamu ini sebagai kegiatan akademik guna menambah wawasan, pengetahuan dan keterampilan para mahasiswa dan dosen tentang isu-isu terkini dan perkembangan terbaru dunia bisnis, ekonomi dan akuntansi.

“Kegiatan akademis kuliah tamu ini diharapkan memberi warna dan energi positif tersendiri dalam menumbuhkan semangat akademis di lingkungan IQRA Business School Universiti Geomatika Malaysia. Semoga setelah ini dosen-dosen IQRA Business School Universiti Geomatika Malaysia juga diberi kesempatan untuk mengajar dan mengisi perkuliahan di FEBI UIN Raden Intan Lampung, Indonesia,” kata Prof Dr Abaidullah Bin Mustaffa saat membuka kegiatan kuliah tamu tersebut.

Dalam pemaparan materinya, Kaprodi MBS FEBI UIN RIL, Dr Ahmad Habibi ME mengangkat tema tentang Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS). Habibi menjelaskan bahwa kemajuan teknologi yang sangat pesat saat ini kita harus mengikutinya, salah satunya dengan sistem pembayaran yang tidak manual kembali melainkan dengan QRIS payment sehingga memudahkan konsumen dan para pedagang atau penjual. Habibi juga menambahkan bahwa dengan pembayaran menggunakan QRIS akan lebih efektif dan efesien.

blank
Dr (Cand) Suhendar SE MSAk Akt

Sedangkan Sekprodi MBS, Dr (Cand) Suhendar SE MSAk Akt mengangkat tema tentang Understanding How Carbon Tax and Enviromental Management Practices Affect Enviromental Performance. Suhendar menjelaskan bahwa isu perubahan iklim yang cukup krusial belakangan ini membuat penerapan carbon tax di Indonesia sangat penting.

Carbon tax adalah salah satu upaya dari negara-negara di dunia untuk mengurangi atau minimalisasi dampak negatif dari perubahan iklim, melalui penerapan pajak karbon, akan terjadi kenaikan harga pada bahan bakar fosil, dengan begitu, peralihan ke energi fosil terbaharukan bisa dianggap lebih menguntungkan. Pada kesempatan tersebut, Suhendar dalam presentasinya juga menggambarkan bagaimana dibutuhkan perhitungan matang dalam penerapan carbon tax di Indonesia untuk meminimalkan dampak negatifnya seperti inflasi dan kenaikan harga BBM/Listrik.

Selain kuliah tamu, Kaprodi dan Sekprodi MBS FEBI UIN RIL juga akan melaksanakan rangkaian kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Community Service bersama di Kampung Bahru Malaysia. “Kuliah tamu alhamdulillah sudah sukses kita laksanakan. Setelah ini, kegiatan berikutnya yaitu kita akan adakan FGD dan Pengabdian kepada Masyarakat (Community Service) di Kampung Bahru Malaysia. Jadi, rangkaian kegiatan kita ini akan berlangsung sejak tanggal 01 s.d 04 Maret 2024.” tutur Kaprodi. (Rls)