Home » Berita » PPL Sebagai Tahapan untuk Menjadi Guru Profesional

PPL Sebagai Tahapan untuk Menjadi Guru Profesional

Sudah dibaca : 290 Kali


Dekan FTK Prof. Dr. Nirva Diana, M.Pd saat melepas mahasiswa PPL 2021 secara daring.

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang diselenggarakan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Raden Intan Lampung dengan mengirim mahasiswa ke sekolah/madrasah untuk mengajar, merupakan tahapan untuk menjadi guru profesional.

Demikian disampaikan oleh Dekan FTK Prof Dr Nirva Diana MPd saat melepas peserta PPL 2021, Jumat (24/9). Pelepasan PPL dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom dan YouTube FTK.

Selain mahasiswa peserta PPL, turut hadir pada pelepasan ini jajaran pimpinan FTK, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), kepala sekolah, dan guru pamong.

“Saya ucapkan terima kasih kepada kepala sekolah yang berkenan menerima anak-anak kami mengikuti PPL. Semoga anak-anak kami bisa mengabdikan diri sesuai dengan kapasitasnya,” kata Prof Nirva.

Dia memaparkan, mahasiswa sudah dibekali beragam teori mengajar, juga materi utama sesuai dengan  keprodian. “Mereka (mahasiswa PPL) kita lepas untuk mengaktualisasikan materi yang diperoleh di kampus, dengan bimbingan dosen dan guru pamong,” lanjutnya.

Dekan FTK mengingatkan kepada mahasiswa untuk mengikuti aturan dan norma yang berlaku di tempat melaksanakan PPL. Dia juga menekankan kepada mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater.

“Di sinilah kalian mulai mengamalkan ilmu yang didapat di kampus. Ternyata untuk menjadi guru tidak gampang. Perlu persiapan yang matang, ketajaman emosional yang tinggi, ketamajaman intektual yang tinggi, ketajaman spiritual yang tinggi. Nanti bisa dirasakan saat mengajar,” ujarnya kepada mahasiswa.

Pada PPL 2021 diikuti sebanyak 2400 mahasiswa. Ketua Pelaksana Dr Achi Rinaldi MSi melaporkan, jumlah tersebut terbagi atas prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) 357, Pendidikan Bahasa Arab (PBA) 181, Manajemen Pendidikan Islam (MPI) 245, Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) 288, Pendidikan Matematika (PM) 237, Pendidikan Biologi (PB) 260, Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam (BKPI) 269, Pendidikan Fisika (PF) 76, Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) 167, dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) 295 mahasiswa.

Peserta PPL dibagi ke 140 sekolah atau madrasah di Bandar Lampung dan sekitarnya terdiri atas TK/RA 24, SD/MI 25, SMP/MTS 46, dan SMA/SMK/MA 45. PPL berlangsung selama 1,5 bulan dan akan ditarik pada 8 November 2021.

Achi menjelaskan, sistem pembelajaran menyesuaikan dengan sekolahnya masing-masing. “Sekolah atau madrasah di Lampung sudah menggunakan 2 sistem pembelajaran yaitu melalui daring dan tatap muka terbatas, tentunya dengan menjaga protokol kesehatan. Kita juga dalam PPL ini mengadopsi 2 sistem tersebut,” tutupnya. (NF/HI)