Home » Berita » PPs UIN Banten Studi Banding ke UIN Lampung

PPs UIN Banten Studi Banding ke UIN Lampung


Dari kiri, WR III UIN Lampung Prof. Dr. Syaiful Anwar, M.Pd; WR II UIN Lampung Prof. Dr. H. Faisal, MH; Dir. PPs UIN Banten Prof. Dr. H. Syafuri, M.Hum; dan WR I UIN Lampung Dr. Syamsuri Ali, M.Ag

Humas UIN RIL —  Pimpinan Program Pascasarjana (PPs) UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten kunjungi UIN Raden Intan Lampung dalam rangka silaturahmi dan studi banding, Selasa (8/5).

Rombongan UIN SMH langsung di pimpinan Direktur PPs Prof Dr H Syafuri MHum dan di sambut oleh Wakil Rektor (WR) I, II, dan III UIN Raden Intan Lampung beserta jajaran.

Dalam sambutannya, Prof Syafuri menyampaikan permohonan maaf atas kunjungan yang terlalu mendadak. “Tujuan kami untuk silaturahmi dan kami juga berharap tidak terlalu formal. Karena kami sudah merasa seperti saudara dengan UIN Lampung,” ujarnya.

Selain itu, maksud kunjungan UIN Banten ialah untuk studi banding dalam beberapa hal seperti sistem keuangan pascasarjana, remunerasi dan akreditasi program studi.

“Sangat jauh jika UIN Banten di bandingkan dengan UIN Lampung dalam beberapa bidang. Untuk itu kami datang ke sini ingin mendiskusikan lebih dalam,” imbuhnya dihadapan pimpinan UIN Raden Intan di ruang sidang rektorat, Selasa (8/5) pagi.

WR II UIN Lampung Prof Dr H Faisal MH memberikan gambaran secara umum kondisi UIN khususnya dalam bidang keuangan. Ia juga menyampaikan secara singkat proses pemberian remunerasi.

Syafrimen MEd PhD selaku ketua tim remunerasi UIN Lampung memaparkan bahwa konsep dasar remunerasi di UIN Raden Intan ini merujuk sepenuhnya kepada amanah Kementerian Keuangan yaitu “pemerataan dan berkeadilan”. “UIN berkomitmen bahwa pelaksanaan remunerasi harus mendorong institusi ini menjadi lebih baik, dengan perkataan lain harus berbeda performa institusi ini dalam seluruh aspek sebelum dan setelah pelaksanaan remunerasi,” ujarnya.

Terkait dengan PPs, UIN Raden Intan dalam tahun 2018 ini memberikan penghargaan tersendiri kepada PPs, mulai dari pimpinan tertinggi hingga proses tridarma di PPs. Sebagai contoh, “Ketua Program Studi di Pasca (PPs) Grade-nya satu tingkat di atas ketua prodi di S1. Demikian juga dengan Sekretarisnya (Sekretaris di pasca setara dengan ketua prodi S1),” jelas Syafrimen.

Pada tahun 2018, UIN Raden Intan telah melakukan evaluasi pelaksanaan remunerasi pada tahun 2017. Sehingga pada tahun ini terdapat sedikit peningkatan pendapatan oleh seluruh warga UIN yang bersumber dari remunerasi. “Khusus untuk Tenaga Tendik (pegawai), remunerasinya pada tahun ini insya Allah akan mulai dibayarkan setiap bulan full 100%,” imbuh Kepala PTIPD UIN Raden Intan ini.

Sedangkan WR I UIN Lampung Dr Syamsuri Ali MAg menjelaskan terkait kondisi prodi khususnya di pascasarjana. “Program Doktor di sini (UIN Lampung) pertama di Lampung. Alhamdulillah peminatnya pun banyak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syamsuri memaparkan bahwa prodi di PPs UIN Raden Intan saat ini berjumlah 12 terdiri program magister 9 prodi dan doktor 3 prodi. “Prodi doktor diantaranya Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan Hukum Keluarga,” paparnya.

“Prodi S3 PMI juga masuk ke dalam skema beasiswa 5000 doktor dari Kemenag. Saat ini ada 17 orang yang lolos dan akan di asramakan. Terkait akreditasi, beberapa prodi yang sudah terakreditasi dan sedang proses akreditasi,” tambah Syamsuri.

Setelah berdiskusi dengan WR I, II dan III, rombongan UIN Banten akan melanjutkan diskusi di PPs UIN Raden Intan Lampung di kampus Labuhan Ratu, Bandar Lampung. (NF/HI)

Sudah dibaca : 582 Kali