PTKIN Tingkatkan Akses dan Mutu Pendididkan

  • Admin Humas
  • Kamis, 15 November 2018
  • 1672 Tampilan
blank

Prof. Dr. M. Arskal Salim Gp, M.Ag saat menyampaikan sambutan pada pembukaan FGD Forum PTKIN Se-Indonesia di Hotel Novotel Bandar Lampung, Rabu (14/11). (Dok: NF/Humas UIN)

Humas UIN RIL – Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) akan meningkatkan akses dan mutu pendidikan. Sesuai amanat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Demikian yang disampaikan Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama  Prof Dr M Arskal Salim Gp MAg saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Forum Perencanaan PTKIN se-Indonesia yang berlangsung di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Rabu (14/11/2018) malam.

Tidak hanya negeri, Direktur PTKI itu juga akan mendorong PTKI swasta untuk melakukan hal yang sama. “Kami (Ditjen Pendis) juga sedang mendorong agar (PTKI) swasta menjadi negeri, STAIN menjadi IAIN, dan IAIN menjadi UIN,” ujarnya.

Saat ini, dari 17 UIN baru 3 yang terakreditasi A baru 3, selebihnya B. Prof Arskal berharap, dalam setiap pembahasan pada FGD tersebut arahnya adalah terakreditasi A.

“Kemenag dari waktu ke waktu terus melihat perkembangan PTKI. Makanya kegiatan ini sangat membantu. Acara seperti ini untuk melihat dan menentukan langkah-langkah kedepan (mengenai) pendidikan Islam. Renstra 2014-2019 akan berakhir dan kita akan menyusun untuk 2020-2024,” sambung guru besar pada Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah ini.

Selain akses dan mutu, menurutnya perlu juga pikirkan tentang relevansi. “Apakah prodi yang ada di PTKIN ini sejalan dengan perkembangan zaman? Maka penting untuk melakukan evaluasi prodi-prodi yang sudah ada untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan zaman,” ucapnya.

Ia menjelaskan, relevansi ini menjadi penting terkait penyerapan tenaga kerja. “Penting juga diketahui, melanjutkan kuliah untuk bisa mendapatkan pekerjaan. Tapi yang lebih penting seperti yang tertuang dalam UUD yaitu mencerdaskan bangsa. Maka kita butuh alumni yang kritis dan dapat menjaga persatuan serta memajukan bangsa,” tambahnya.

Anak bangsa lulusan SMA masih banyak yang belum dapat berkuliah dan angka partisipasi kasar bangsa ini pun masih rendah. Direktur PTKI ini juga berharap agar PTKI dapat memberikan akses kepada anak-anak yang kurang mampu khususnya, untuk dapat melanjutkan kuliah ke PTKI.

blank

Dari kiri ke kanan, Prof. Dr. Moh. Mukri, M.Ag; Prof. Dr. M. Arskal Salim Gp, M.Ag; Herlina Warganegara, MM; Dr. M. Ali Taher; usai membuka FGD Forum PTKIN Se-Indonesia di Hotel Novotel Bandar Lampung, Rabu (14/11). (Dok: NF/Humas UIN)

Di provinsi Lampung, pemerintah daerah menjalankan tanggung jawab pendidikan bersinergi dengan perguruan tinggi. Gubernur Lampung berkomitmen menjalin sinergitas dengan perguruan tinggi diantaranya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Tanggung jawab pendidikan tinggi tidak hanya pemerintah pusat saja, tetapi juga pemerintah daerah, perguruan tinggi dan kita semua. Kami sadar perlunya sinergitas dalam menyukseskan pembangunan nasional. Dalam pembangunan non fisik, secara terpadu kami memacu SDM dalam rangka menunjang profesional kinerja,” kata Gubernur Lampung dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Herlina Warganegara pada acara FGD tersebut.

UIN Raden Intan Lampung menjadi tuan rumah pada FGD Forum Perencanaan yang berlangsung selama 4 hari, 14-17 November 2018, di Hotel Novotel Bandar Lampung. Kegiatan itu diikuti oleh 371 peserta dari 58 PTKIN se-Indonesia. (NF/HI)