Rektor UIN RIL Bahas Internasionalisasi Kampus Islam di Forum Internasional Vietnam

  • Admin Humas
  • Rabu, 04 Oktober 2023
  • 709 Tampilan
blank
Rektor UIN RIL Prof Wan Jamaluddin PhD saat menjadi pembicara pada The Forum of Foreign Graduates of Soviet and Russian Universities, Representatives of Educational and Healthcare Systems in Asia di Hanoi, Vietnam, Selasa (03/10/2023).

Hanoi, Vietnam (Humas UIN RIL) – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Prof H Wan Jamaluddin Z MAg PhD kembali hadir dalam sebuah forum internasional. 

Sebagai lulusan Faculty for Oriental Studies, Saint-Petersburg State University, Russia, Rektor Prof Wan menjadi presenter dalam The Forum of Foreign Graduates of Soviet and Russian Universities, Representatives of Educational and Healthcare Systems in Asia di Hanoi, Vietnam, Selasa (03/10/2023).

Peserta forum ini adalah para pemimpin organisasi pendidikan dan kesehatan di negara-negara Asia yang sebelumnya merupakan lulusan universitas-universitas Rusia dan Soviet serta mewakili otoritas pendidikan dan kesehatan di Vietnam, Bangladesh, India, Indonesia, Tiongkok, Laos, Malaysia , Mongolia, Myanmar, Nepal, Pakistan, Thailand, dan Sri Lanka.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Wan memaparkan Internationalization of Islamic University: the Case of UIN Raden Intan Lampung Indonesia. Sejalan dengan program utama di era kepemimpinannya saat ini, yaitu Internasionalisasi, Digitalisasi, dan Kemandirian Kampus.

“Visi UIN Raden Intan Lampung dapat diwujudkan dengan internasionalisasi yaitu dengan memiliki rekognisi dan pengakuan sebagai rujukan internasional pada 2035. Kemudian, penyiapan lulusan yang mampu menghadapi persaingan global serta jalinan kerjasama akademik internasional,” kata Rektor.

blank

Dia menerangkan salah satu upaya meningkatkan kualitas perguruan tinggi adalah kolaborasi internasional. Internasionalisasi mengharuskan perguruan tinggi Islam menjalin mitra di luar Indonesia untuk mengembangkan kegiatan akademiknya. Di dalamnya mencakup tri dharma perguruan tinggi, yakni pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat internasional.

Kementerian Agama RI, jelas Rektor, mendorong perguruan tinggi Islam untuk memperluas misinya melalui digitalisasi dan internasionalisasi. Melalui dua cara tersebut, integrasi nilai-nilai dan ilmu pengetahuan Islam, serta kajian Islam yang komprehensif akan menyebar ke seluruh dunia.

Forum tersebut diadakan selama dua hari, pada 3-4 Oktober 2023 oleh Rossotrudnichestvo (Russian Federation Agency for Humanitarian Cooperation) bekerja sama dengan Humanitarian Education and Testing Institute.

Agenda forum mencakup diskusi panel dan pembicaraan meja bundar mengenai topik terkini terkait kerja sama di bidang pendidikan dan perawatan kesehatan, pengembangan hubungan antara organisasi pendidikan Rusia dan asing, termasuk organisasi yang memberikan pelatihan bagi para profesional medis, serta penelitian ilmiah bersama dan konsolidasi komunitas pasca sarjana di kawasan Asia. Bagian lain dari program ini adalah kursus pelatihan lanjutan bagi lulusan asing mengenai Management in Education and Healthcare dan program budaya. (An/AH)