Rektor UIN RIL Berbagi Inisiasi Hadapi Perubahan Iklim di IWGM Colombia

  • Admin Humas
  • Kamis, 06 Juni 2024
  • 84 Tampilan
blank
Rektor Prof H Wan Jamaluddin Z MAg PhD saat presentasi dalam acara IWGM 2024 Colombia

Bandar Lampung (Humas UIN RIL) – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Prof H Wan Jamaluddin Z MAg PhD kembali menjadi pembicara pada International Workshop on UI GreenMetric (IWGM) 2024 yang diselenggarakan di Universidad del Rosario, Bogota, Colombia, Rabu (05/06/2024).

Dalam kesempatan ini, Prof Wan Jamaluddin menyampaikan presentasi mengenai inisiatif proaktif UIN Raden Intan Lampung sebagai kampus nomor satu se-PTKIN versi UI GreenMetric, dalam mengatasi perubahan iklim. Dengan judul “University’s Initiatives in Confronting Climate Change Challenges: A Case Study at Raden Intan State Islamic University.”

Prof Wan Jamaluddin memulai presentasinya dengan memaparkan visi terwujudnya UIN Raden Intan Lampung sebagai rujukan Internasional dalam pengembangan ilmu keislaman integratif-multidisipliner berwawasan lingkungan. Visi ini  mencerminkan komitmen UIN Raden Intan Lampung untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan di mana keunggulan akademik dan tanggung jawab lingkungan berjalan seiring.

Prof Wan Jamaluddin kemudian menjelaskan berbagai inisiatif UIN Raden Intan Lampung dalam menghadapi perubahan iklim.

UIN Raden Intan Lampung memiliki arboretum yang didedikasikan selain difungsikan untuk konservasi tumbuhan juga merupakan habitat alami bagi beberapa spesies burung, termasuk burung-burung yang dilindungi.

Kemudian, kampus hijau ini juga memiliki 11 kolam buatan yang dirancang untuk konservasi berbagai spesies ikan dan menjaga keseimbangan ekologis.

UIN Raden Intan Lampung telah menerapkan teknologi smart and green building, termasuk peralatan hemat energi dan sumber energi terbarukan. Prof Wan menyampaikan, penggunaan energi/listrik terbarukan telah meningkat sebesar 2,33%.

“Ini mencerminkan dedikasi kami untuk mengurangi jejak karbon kami dan mempromosikan praktik energi berkelanjutan. Komitmen ini tidak hanya mengurangi biaya operasional tetapi juga mendidik masyarakat kita tentang pentingnya hidup berkelanjutan,” terangnya.

Lebih lanjut, sejak 2021, UIN Raden Intan Lampung telah tersertifikasi ISO 14001:2015 tentang sistem manajemen lingkungan. Sertifikasi ini menggarisbawahi pendekatan sistematis kampus terhadap manajemen lingkungan, memastikan bahwa inisiatif yang dilakukan dapat diukur dan efektif. 

“Selama tiga tahun ke depan, kami akan fokus pada peningkatan jaringan transportasi hijau kami, memprioritaskan sistem transportasi rendah karbon untuk lebih mengurangi emisi gas rumah kaca. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan jaringan transportasi yang lebih sehat dan adil bagi komunitas kami”.

Didukung oleh 11 kolam buatan dan sekitar 6150 lubang resapan biopori, UIN Raden Intan Lampung menerapkan strategi pengelolaan air yang komprehensif, termasuk penyimpanan air tanah dan air hujan. Langkah-langkah ini secara signifikan meningkatkan upaya konservasi air, memastikan distribusi dan ketersediaan air yang efisien sepanjang tahun. 

Prof Wan juga menjelaskan bahwa pengelolaan sampah di UIN Raden Intan Lampung sudah berjalan, termasuk program bank sampah dan daur ulang plastik serta kertas menjadi batu bata ramah lingkungan dan produk seni lainnya.

Inisiatif transportasi ramah lingkungan serta pendidikan dan penelitian mengenai topik keberlanjutan juga dilakukan oleh kampus.

IWGM 2024 berlangsung di Bogotá, dengan kegiatan di Universidad del Rosario pada 4 dan 5 Juni, di Pontificia Universidad Javeriana pada 6 Juni, dan di Exploring Natural Park Matarredonda pada 7 Juni. 

Tema edisi kali ini, The Way Forward in Managing Energy and Climate Change, mencerminkan komitmen berkelanjutan UI GreenMetric dalam mendorong praktik berkelanjutan dan meningkatkan kesadaran akan tantangan lingkungan global.

Meskipun melalui daring, presentasi Prof Wan Jamaluddin disimak secara hybrid oleh para ahli dari universitas-universitas di Brazil, Belanda, Meksiko, Italia, Indonesia, Kanada, Amerika Serikat, Turkmenistan, Uni Emirat Arab, Filipina, Montenegro dan Kolombia, serta negara-negara lain. Mereka berbagi pengalaman di bidang energi dan manajemen perubahan iklim, seperti pengelolaan sampah, transportasi, pendidikan dan penelitian.

Acara ini tidak hanya memberikan ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman, namun juga menumbuhkan kolaborasi antar universitas untuk bersama-sama mengatasi tantangan lingkungan saat ini. (An/AH)