Home » Berita » SPAN-PTKIN, Pendaftar ke UIN Lampung Tinggi

SPAN-PTKIN, Pendaftar ke UIN Lampung Tinggi


Wakil Rektor I Dr. Syamsuri Ali, M.Ag (Dok. Humas UIN RIL)

HUMAS UIN RIL – Satu  hari sebelum pendaftaran Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) ditutup pada Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) yang berakhir 3 Maret 2018, provinsi Lampung menempati urutan keenam pendaftar sekolah terbanyak dengan jumlah 371 dari 8289 sekolah yang mendaftar PDSS secara nasional.

Jumlah tersebut diakui Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Raden Intan Lampung Dr Syamsuri Ali yang menurutnya mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. “Pendaftar PDSS untuk SPAN dan UM (Ujian Masuk) PTKIN di provinsi Lampung mengalami peningkatan 20 persen dari tahun sebelumnya,” ujar WR I saat ditemui diruang kerjanya, Jum’at (2/3/2018).

Setelah pendaftaran PDSS, pendaftaran siswa dibuka mulai 1 sampai 29 Maret 2018. Di hari kedua pendaftaran, UIN Raden Intan menempati urutan ketujuh setelah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,  UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Walisongo Semarang, UIN Alauddin Makasar dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Di hari kedua pendaftaran SPAN, sampai berita ini diturunkan, total pendaftar di UIN Raden Intan Lampung sudah mencapai 1557 siswa. Berdasarkan pembagian wilayah, peminat pendaftar ke UIN Raden Intan sudah ada dari 18 provinsi yang mendaftar.

“Alhamdulillah kepercayaan masyarakat terhadap UIN (Raden Intan) kita semakin meningkat. Terlihat dari antusias masyarakat yang mendaftar. Bukan hanya dari Lampung, ada 18 provinsi mulai dari Aceh sampai Sulawesi Selatan sudah ada yang mendaftar,” terang Syamuri.

Ketua panitia lokal penerimaan mahasiswa baru UIN Raden Intan ini pun menyampaikan beberapa prodi yang tidak dikutsertakan pada skema penerimaan mandiri. Menurutnya, hal tersebut untuk menjaga dan meningkatkan kualiltas pendidikan di UIN Raden Intan.

“Ada 10 prodi tahun ini yang hanya diikutsertakan pada skema nasional melalui jalur SPAN dan UM-PTKIN. Ini mengingat peningkatan kualitas, jadi hanya diambil melalui seleksi nasional. Jadi prodi ini tidak dibuka pada SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) mandiri,” ucap Syamsuri.

Adapun kesepuluh prodi tersebut terbagi dari dua fakultas yakni Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). FTK terdapat enam prodi diantaranya yaitu Pendidikan Matematika,  Pendidikan Biologi, Pendidikan Fisika, Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

Sedangkan FEBI ada empat prodi yaitu Ekonomi Syari’ah (AS), Perbankan Syari’ah (PS), Akuntansi Syari’ah (AS) dan Manajemen Bisnis Syariah (MBS).

Bidikmisi

Pada kesempatan yang sama, WR I menjelaskan terkait beasiswa bidikmisi. Ia mengatakan, proses pendaftaran bidikmisi tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Tahun kemarin (2017), bidikmisi didaftarkan berbarengan dengan pendaftaran SPAN maupun UM-PTKIN. Tetapi tahun ini, pendaftaran bidikmisi dilakukan setelah penetapan hasil seleksi SPAN maupun setelah pengumuman kelulusan UM-PTKIN,” ungkap Syamsuri.

Ia menyampaikan, proses pendaftaran bidikmisi ini diserahkan ke panitia lokal atau pengelola akademik di masing-masing perguruan tinggi. “Iya nanti tunggu pengumuman hasil SPAN dan juga UM dulu. Setelah itu baru kita (UIN) buka pendaftaran untuk bidikmisi,” pungkasnya. (NF/HI)

 

Sudah dibaca : 4944 Kali