SPI UIN RIL Perkuat Penilaian Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah

  • Admin Humas
  • Kamis, 15 Oktober 2026
  • 34 Tampilan

Bandar Lampung (Humas UIN RIL) – Satuan Pengawasan Internal (SPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penilaian Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) untuk memperkuat pengendalian internal dan manajemen risiko di lingkungan universitas. Kegiatan berlangsung di Ruang Teater lt.2 Gedung Academic & Research Center, Kamis (15/10/2026).

FGD ini menghadirkan dua narasumber dari BPKP Provinsi Lampung, yaitu Nova Tamara, S.E., dan Muhammad Muliazia Iqbal, M.P.A., Auditor Ahli Madya pada Bidang Instansi Pemerintah Pusat.

Kepala SPI UIN RIL, Dr. Fathul Mu’in, M.H.I., mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai maturitas SPIP sekaligus memperkuat penerapannya di seluruh unit kerja. Setiap instansi pemerintah wajib menerapkan SPIP sebagai bagian dari upaya memastikan penyelenggaraan organisasi berjalan secara efektif dan akuntabel.

Mu’in menjelaskan, skor maturitas SPIP UIN RIL saat ini berada pada angka 3,5. Ia berharap hasil penilaian berikutnya dapat meningkat. Hasil penilaian tersebut diperkirakan keluar sekitar awal tahun mendatang.Penilaian SPIP mencakup keandalan pengendalian internal dalam mendukung kinerja instansi, termasuk pelaksanaan proses kerja dan pelaporan di setiap unit. Dalam kegiatan ini, SPI berperan sebagai tim penilai mandiri, dengan Ketua Satgas SPIP Dr. H. Juanda Naim, M.H.

Selain maturitas SPIP, UIN RIL juga mencatat capaian maturitas BLU dengan menempati peringkat kedua terbaik secara nasional di antara PTKIN. Capaian tersebut menjadi salah satu aspek tata kelola yang perlu dijaga melalui pengendalian dan pengelolaan risiko secara berkelanjutan.

Ia mengatakan, peran SPI saat ini tidak hanya berfokus pada pemeriksaan, tetapi juga mencakup pendampingan, pemberian nilai tambah, dan penyusunan kajian untuk membantu unit kerja memperkuat tata kelola. Pendekatan ini, ujarnya, sejalan dengan penerapan prinsip Governance, Risk Management, and Compliance (GRC), yakni tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan.

Ia berharap pengendalian internal tidak hanya menjadi tanggung jawab SPI, tetapi menjadi komitmen bersama pimpinan dan seluruh unit kerja untuk mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang lebih baik.

Kemudian dalam paparan narasumber, Iqbal mengibaratkan pengendalian internal seperti seatbelt atau sabuk pengaman yang membantu melindungi organisasi dari risiko. Sementara itu, Nova menyampaikan materi mengenai manajemen risiko sebagai bagian penting dalam memperkuat pengendalian internal.

Kegiatan yang dipandu Sekretaris SPI, Erike Anggraeni, S.E., M.E.Sy ini diharapkan memberikan pemahaman lebih mendalam kepada peserta mengenai SPIP terintegrasi dan penerapan manajemen risiko dalam mendukung peningkatan kinerja institusi.

Acara diikuti oleh jajaran pimpinan dan perwakilan dari masing-masing unit di lingkungan UIN (An/NF)