Intellectuality, Spirituality, Integrity

Terapkan Aplikasi SISTER, LPM UIN RIL Gelar Bimtek Penilaian dan Pelaporan Beban Kinerja Dosen

  • Admin Humas
  • Kamis, 13 Agustus 2026
  • 557 Tampilan

Bandar Lampung (Humas UIN RIL) – Sebanyak 540 dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penilaian dan Pelaporan Beban Kerja Dosen (BKD) melalui Sistem Informasi Sumberdaya Terintegrasi (SISTER), Kamis (13/8/2026), di Ballroom kampus setempat. Kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN RIL ini menjadi bagian dari persiapan penerapan pelaporan BKD melalui SISTER di lingkungan UIN RIL.

SISTER merupakan platform yang digunakan untuk mengintegrasikan layanan dosen, termasuk Perubahan Data Dosen (PDD), Beban Kerja Dosen (BKD), dan Sertifikasi Dosen (Serdos). Dalam layanan BKD, SISTER digunakan untuk mendokumentasikan dan melaporkan kegiatan dosen dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik profesional dan ilmuwan.

Melalui bimtek tersebut, dosen dibekali pemahaman mengenai pengisian, pelaporan, dan penilaian BKD di SISTER, terutama karena pelaporan kinerja semester genap tahun akademik 2025/2026 telah dibuka.

Narasumber yang dihadirkan yaitu Mahendra Pratama, S.T., M.Eng., Pj. Tim Kerja Fungsi Manajemen dan Integrasi Sistem Teknologi Informasi Universitas Lampung yang juga Tim SISTER Pusdatin.

Ketua LPM UIN RIL Bambang Irfani, Ph.D., mengatakan seluruh dosen memiliki kewajiban mengisi BKD melalui aplikasi SISTER. Menurutnya, bimtek diperlukan karena tingkat pengetahuan dan keterampilan dosen dalam menggunakan SISTER tidak sama.

“Kita pernah mengundang bapak ibu dalam proses pembuatan akun SISTER. Tentu dengan tingkat pengetahuan dan keterampilan yang beragam. Ada yang rutin meng-update, ada juga yang belum. Ini kesempatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, BKD pada dasarnya menjadi sarana untuk mencatat kinerja dosen dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggi. Kegiatan yang dapat tercatat dalam BKD antara lain pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran, pembimbingan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tugas tambahan. Pelaporan BKD dilakukan setiap semester.

Karena itu, menurut Bambang, dosen perlu memahami bukan hanya cara mengisi data, tetapi juga bagaimana memastikan aktivitas dan kinerja yang dilakukan tercatat dengan baik dalam sistem.

“Ini menyangkut kinerja kita dan lain-lain. Jangan sampai hak kita meningkatkan karier dosen itu terhambat,” katanya.

Hal tersebut juga berkaitan dengan pengembangan karier dosen. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menetapkan data BKD di SISTER sebagai bagian penting dalam pemenuhan persyaratan kenaikan jabatan akademik dosen. 

Sementara itu, Rektor Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D., saat membuka kegiatan mengatakan dosen merupakan garda terdepan dalam perkembangan dan kemajuan kampus. Sebagai pihak yang langsung bersentuhan dengan mahasiswa, dosen memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik.

“Bapak ibu sebagai dosen yang langsung bersentuhan dengan mahasiswa kita, karenanya mari memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa. Mereka yang akan melanjutkan tugas kita dalam menyongsong generasi emas 2045 yang akan datang,” ujarnya.

Menurut Rektor, tugas dan kinerja dosen perlu tercatat secara sistematis. Karena itu, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi telah menyediakan sistem yang mendukung pengelolaan data dan kinerja dosen.

Ia mengajak seluruh dosen memanfaatkan bimtek untuk mempelajari SISTER dan mengikuti bimbingan dari narasumber yang telah berpengalaman menangani aplikasi tersebut.

“Mari kita bersama menyongsong pemberlakuan SISTER ini di UIN RIL pada 2026 dengan sukses dan penuh keberhasilan,” katanya.

Rektor berharap pemberlakuan pelaporan BKD melalui SISTER tidak dipandang hanya sebagai kewajiban administratif. Menurutnya, sistem tersebut justru dapat menjadi alat bantu untuk memastikan kinerja dosen yang selama ini telah berjalan di UIN RIL terdokumentasi secara lebih sistematis.

Ia menyebut berbagai capaian UIN RIL, termasuk dalam pemeringkatan Webometrics dan Times Higher Education (THE), tidak terlepas dari kontribusi para dosen.

“Pelaporan SISTER ini kami berharap tidak hanya dianggap administratif saja, tapi justru alat bantu yang memastikan kinerja dosen yang selama ini saya saksikan di UIN RIL luar biasa,” ujarnya.

Rektor mengajak seluruh dosen menjaga potensi yang dimiliki dan mengoptimalkannya melalui sistem yang mulai diterapkan di UIN RIL.

“Mari kita rawat potensi yang ada di bapak ibu. Kita sinergikan, kita akselerasikan melalui aplikasi SISTER yang akan kita terapkan,” katanya.

Ia mengakui penerapan SISTER di UIN RIL dilakukan setelah sejumlah perguruan tinggi lain lebih dahulu menggunakannya. Namun, menurutnya, hal tersebut bukan persoalan selama penerapannya dilakukan dengan kesungguhan. (An/NF)