Transformasi ke UIN Adalah Jalan Mendaki

  • Admin Humas
  • Rabu, 01 Juli 2020
  • 1778 Tampilan
blank
Rektor UIN Prof. Dr. Moh. Mukri, M.Ag saat sharing pengalaman Penguatan Transformasi Kelembagaan Menuju UIN.

Transformasi atau alih status dari IAIN menjadi UIN adalah jalan mendaki. Hal ini disampaikan oleh Rektor UIN Prof Dr Moh Mukri MAg saat sharing pengalaman tentang Penguatan Transformasi Kelembagaan Menuju UIN, yang diselenggarakan Direktorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui aplikasi Zoom, Rabu (1/7/2020).

Rektor menyampaikan bahwa proses alih status di UIN Raden Intan Lampung cukup panjang. Dia menjelaskan berawal dari inisiasi pada tahun 2004, sampai kemudian melewati beragam proses hingga pengesahan menjadi UIN pada April 2017.

Dalam perjalanan transformasi, Prof Mukri mengatakan, konsolidasi manajerial dan konsolidasi akademik sangat penting. Konsolidasi manajerial diantaranya kepemimpinan berbasis uswatun hasanah, penyamaan frekuensi dan kebersamaan, pemantapan stabilitas politik kampus, dan peningkatan sarana prasarana.

Di samping itu, dilakukan juga penataan lingkungan dan perubahan mindset, penataan manajemen keuangan dan organisasi, pengembangan jaringan dan kerjasama, serta peningkatan capaian rekognisi dan kepercayaan publik.

“Dalam bidang akademik, kami melakukan diantaranya akselerasi akrediasi jurnal, peningkatan SDM (dosen dan tendik), akselerasi guru besar, serta pembaruan visi dan misi,” ungkapnya.

Pembicara lain pada diskusi virtual ini yaitu Prof Dr M Arskal Salim GP MA (Direktur PTKI), Dr Nur Arifin MPd (Inspektur Wilayah II Itjen Kemenag), dan M Adib Abdushomad MEd PhD (Kasubdit Kelembagaan dan Kerja Sama). Hadir pada kegiatan ini para pimpinan PTKI dari seluruh wilayah di Indonesia. (NF/HI)