Home » Berita » UIN Selenggarakan Konferensi Internasional Bidang Sains Keempat

UIN Selenggarakan Konferensi Internasional Bidang Sains Keempat

Sudah dibaca : 318 Kali


Wakil Rektor I Prof. Alamsyah dan Ketua LP2M Dr. Erina Pane saat pembukaan kegiatan YSSSEE 2021.

UIN Raden Intan Lampung melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) dan Rumah Jurnal kembali mengadakan konferensi internasional dibidang sains diantaranya ilmu alam, ilmu lingkungan, matematika dan pendidikan matematika yang keempat tahun 2021. Konferensi yang bertajuk The 4th Young Scholar Symposium on Science Education and Environment (YSSSEE) 2021 mengusung tema Research on Science Education, Environment, and Applied for Smart Society.

Konferensi ini berlangsung secara virtual pada 24-25 Agustus 2021 melalui aplikasi Zoom dan ditayangkan pada kanal YouTube Rumah Jurnal UIN Raden Intan Lampung. Konferensi tahunan ini diawali pada tahun 2018 dengan tajuk Young Scholar Symposium on Transdisciplinary in Education and Environment (YSSTEE). Tahun 2019, nama YSSTEE diubah menjadi Young Scholar Symposium on Science Education and Environment (YSSSEE) dan dipakai hingga saat ini.

Ketua LP2M Dr Erina Pane MHum mengatakan, tujuan diadakannya YSSSEE ini adalah untuk memberikan ruang dan kesempatan kepada masyarakat keilmuan seperti mahasiswa, dosen hingga peneliti untuk menyebarluaskan gagasan dan hasil penelitiannya.

Lebih lanjut, Erina Pane menyampaikan bahwa banyak akademisi dan peneliti yang antusias mengirim naskah pada konferensi ini. “Naskah yang masuk pada acara ini ternyata di luar dugaan. Hingga hari terakhir, penyerahan total naskah sebanyak 157 manuskrip. Namun setelah melalui proses review dan revisi, naskah yang diterima berjumlah 100 naskah,” terangnya saat pembukaan di hari pertama konferensi.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor (WR) I UIN Prof Dr Alamsyah MAg dalam sambutan saat membuka kegiatan ini mengutip Al-Qur’an Surat Ar-Rum Ayat 41 tentang kerusakan lingkungan baik di darat maupun di laut. “Kita menghadapi banyak kerusakan, bencana alam, serta perubahan iklim. Tak hanya di Indonesia, masalah tersebut mengancam seluruh dunia,” katanya.

Selanjutnya, Alamsyah menjelaskan bahwa para pemimpin dunia melalui Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) telah membuat resolusi berupa Sustainable Development Goals (SDGs). Berdasarkan situs PBB, SDGs memuat 17 tujuan dan 169 target yang diharapkan dapat tercapai pada tahun 2030.

“Dengan seruan aksi global yang nyata ini, diharapkan semua institusi di seluruh dunia dapat mendukung dan berpartisipasi dalam mewujudkan SDGs,” ujarnya yang mewakili Rektor menjadi pembicara utama dan membuka konferensi.

WR I juga menyampaikan, UIN Raden Intan Lampung akan terus menerapkan kampus ramah lingkungan dan berupaya mewujudkan eco-kampus yang ideal. “Dan kepada seluruh peserta Young Scholar Symposium on Science Education and Environment 2021, kita harus peduli dengan dampak perubahan iklim ini. Saya berharap, bersama-sama, kita bisa mencapai masa depan berkelanjutan,” pungkasnya.

Naskah-naskah yang dipresentasikan pada YSSSEE 2021 akan diterbitkan dalam Journal of Physics Conference Series (JPCS IOP) yang terindeks Scopus dan Clarivate Analytics. Dan beberapa makalah terpilih akan dimuat di JIPF Al-Biruni (SINTA-2), Jurnal Tadris (SINTA-2) Jurnal Al-Jabar (SINTA-2), Jurnal Momentum (SINTA-2), Jurnal Desimal (SINTA- 3), dan Jurnal IJSME (SINTA-3).

Pada konferensi sebelumnya, naskah YSSTEE 2018 dipublikasikan di Journal of Physics: Conference Series Volume 1155. YSSSEE 2019, dipublikasikan di Journal of Physics: Conference Series Volume 1467. Dan YSSSEE 2020,  naskah juga dipublikasikan di Journal of Physics: Conference Series Volume 1796.

YSSSEE 2021 dihadiri oleh lebih dari 46 kampus dari berbagai negara diantaranya Perancis, Yunani, India, Filipina, Siprus, Hungaria, Malaysia, termasuk Indonesia. Adapun pembicara pada konferensi ini yaitu Prof Jean Marie Boilevin (Université de Brest (UBO), Brest, Perancis); Assoc Prof Dr Vishal Ramchandrarao Panse (Sant Gadge Baba Amravati University, India); Prof Dr Agus Suyatna MSi (Universitas Lampung, Indonesia); Assoc Prof Dr Eng Asep Bayu Dani Nandiyanto (Universitas Pendidikan Indonesia); dan Prof Drs Agus Purwanto MSc DSc (Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Indonesia). (Rls-NF/HI)