UKM Maharipal Gelar Sekolah Kader Konservasi

  • Admin Humas
  • Kamis, 10 Agustus 2023
  • 592 Tampilan
Wakil Dekan III FEBI, Ketua TPKBBL bersama para peserta Sekolah Kader Konservasi 2023, Kamis (10/08/2023).

Bandar Lampung (Humas UIN RIL) – Untuk meningkatkan pentingnya kesadaran konservasi khususnya di kalangan generasi muda, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Raden Intan Pencinta Alam (Maharipal) UIN Raden Intan Lampung menggelar Sekolah Kader Konservasi (SKK) Tingkat Nasional 2023.

Sebanyak 47 orang yang tergabung menjadi kader-kader konservasi ini terdiri dari siswa dan mahasiswa pencinta alam yang tersebar dari Pulau Sumatera dan Jawa. Kegiatan ini akan dilangsungkan pada 10-14 Agustus 2023 di kampus UIN dan Desa Suku Bedil, Pulau Pahawang, Pesawaran.

Wakil Dekan Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan FEBI UIN RIL, Dr Ali Abdul Wakhid MSi dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan Sekolah Kader Konservasi perdana di Lampung ini. Dia menyebutkan Surat Ar Rahman Ayat 6, Wan-najmu wasy-syajaru yasjudān yang memiliki arti bahwa tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya. 

“Ini menjadi salah satu dasar kepedulian kita kepada lingkungan untuk kita lindungi,” ujarnya usai membuka acara tersebut, Kamis (10/08/2023).

Dia berharap, kegiatan yang mengusung tema “Aku, Kamu, dan Flora Fauna” ini akan berdampak pada kepedulian mahasiswa dan seluruh akademisi terhadap pelestarian lingkungan baik flora maupun fauna.

Penyerahan simbolis bibit pohon pada saat Pembukaan Sekolah Kader Konservasi.

Sekolah Kader Konservasi ini terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan yakni materi ruang, praktik lapangan, penanaman mangrove, bersih-bersih pantai, penanaman terumbu karang, environment tour Pulau Pahawang dan hiburan.

Adapun materi yang terkandung di dalamnya mencakup pengenalan dan upaya konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia, konservasi terumbu karang, pengelolaan wilayah berbasis ramah lingkungan, teknik pengumpulan data dan informasi kejahatan satwa liar, modus dan upaya pencegahan perdagangan satwa liar, penjejakan, praktik pencarian data dan informasi satwa liar, serta advokasi.

Rencananya, penanaman terumbu karang terbanyak ini dilakukan pada 14 Agustus mendatang untuk memperbaiki ekosistem laut. (An/AH)